Virus Corona di Belitung

Terkait Wabah Virus Corona, Bea Cukai Tanjungpandan Sebut Ekspor dan Impor Masih Normal

Dua minggu terakhir aktivitas kegiatan ekspor dan impor di Pulau Belitung masih berjalan normal dan belum ada penurunan ataupun pembatasan.

Terkait Wabah Virus Corona, Bea Cukai Tanjungpandan Sebut Ekspor dan Impor Masih Normal
posbelitung.co/Ferdi Aditiawan
Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Kepabeanan dan Cukai (PKC) Kantor Bea Cukai Tanjungpandan Haryono 

Dua minggu terakhir aktivitas kegiatan ekspor dan impor di Pulau Belitung masih berjalan normal dan belum ada penurunan ataupun pembatasan.

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Kepabeanan dan Cukai (PKC) Kantor Bea Cukai Tanjungpandan Haryono menyampaikan dua minggu terakhir aktivitas kegiatan ekspor dan impor di Pulau Belitung masih berjalan normal dan belum ada penurunan ataupun pembatasan.

Hal ini diungkapkannya menanggapi penyebaran virus corona (covid-19) yang sudah terindikasi masuk ke Pulau Belitung.

"Alhamdulilah tidak ada pengaruh, ekspor dan impor masih aman dan lancar. Cuma ada satu komoditi yakni ikan hidup yang sempat terpengaruh melihat negara tujuan sedang lockdown," kata Haryono kepada posbelitung, Selasa (24/3/2020).

"Akan tetapi ekspor komoditi tersebut (ikan hidup-red) insyallah dalam waktu dekat akan terlaksana," tambahnya.

Haryono menyebutkan komoditi yang biasa diekspor meliputi Central Palm Oil (CPO) dengan negara tujuan Malaysia, Singapura, Thailand, kaolin ke Malaysia, karet ke Pakistan dan Vietnam, serta ikan hidup (kerapu) dengan tujuan Hongkong.

Sedangkan barang impor yang masuk ke Pulau Belitung antara lain Antrasit dari negara Vietnam, sparepart mesin CPO dari Malaysia, dan terakhir sparepart mesin kaolin dari China.

"Kemungkinan dalam waktu dekat baik komoditi ekspor maupun impor tersebut  akan keluar masuk ke Pulau Belitung," ujar Haryono.

Dikatakan Haryono terkait ekspor maupun impor pihaknya tidak melakukan penyemprotan Disinfektan karena tidak wewenang (kepentingan), tergantung kebijakan negara tujuan yang menerima.

Selain itu juga barang ekspor maupun impor biasanya sudah memiliki sertifikasi dari perusahaan yang mengirim komoditi tersebut.

Jumlah komoditi ekspor biasanya sekali pengiriman seperti kaolin 1000 ton, karet 3-4 kontainer, CPO 5000 ton dengan masing-masing satu dokumen.

"Untuk ikan hidup dan barang impor belum dicek berapa banyak. Sedangkan aktivitas ekspor terpantau empat kali dalam sebulan," pungkas Haryono.

(posbelitung.co / Ferdi Aditiawan)

Penulis: Ferdi Aditiawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved