Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Cegah Penularan Corona, Wali Kota Pangkalpinang Kirim Surat ke Gubernur Lockdown Pintu Masuk Bangka

Wabah virus corona yang sekarang semakin merebak membuat masyarakat di Indonesia termasuk di Bangka Belitung khawatir.

(BANGKA POS/DEDY QURNIAWAN)
Wali Kota Pangkalpinang 2018-2023 terpilih Maulan Aklil (Molen). 

POSBELITUNG.CO-- Wabah virus corona yang sekarang semakin merebak membuat masyarakat di Indonesia termasuk di Bangka Belitung khawatir.

Untuk itu pemerintah daerah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi penularan virus corona ini.

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen), mengirimkan surat permohonan ke Gubernur Bangka Belitung, untuk menutup semua pintu masuk dari dan ke pulau Bangka selama 14 hari. Baik itu penerbangan maupun jalur laut.

Molen mengatakan, langkah ini ditempuhnya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19.

Dia menyebut, Bangka Belitung sudah dikeliling zona merah wabah corona dan situasi ini sangat berbahaya.

"Saya lakukan ini untuk memberi semangat dan dukungan ke pak gubernur agar menutup semua pintu masuk sementara waktu. Mumpung kita belum masuk zona merah, sebaiknya kita cegah wabah ini jangan sampai masuk ke daerah kita," kata Molen saat dikonfirmasi, Senin (25/3/2020) malam.

Molen menyatakan, kemungkinan buruk masuknya wabah ini tentu membahayakan banyak nyawa manusia. Terlebih lagi, pemerintah daerah tentu tidak siap menanganinya, karena keterbatasan tenaga medis maupun peralatan kesehatan, termasuk ruang isolasi yang masih sedikit.

Dia berharap Gubernur Bangka Belitung sepakat dan berjuang bersama mencegah masuknya Covid-19 di Negeri Serumpun Sebalai.

Molen mengatakan, hanya gubernur lah harapan dia untuk meneruskan upaya ini ke pemerintah pusat sehingga diberlakukannya lockdown sementara waktu.

Dalam surat tersebut, Molen melakukan permohonan untuk melakukan lockdown dari dan ke wilayah Kepulauan Bangka terhitung tanggal 27 Maret hingga 9 April.

Semua penerbangan dan jalur ke luar masuk laut ditutup, kecuali dalam keadaan mendesak atau darurat dengan mendapatkan izin dari petugas yang berwenang.

Kemudian penerbangan dan jalur laut dari dan ke Pulau Bangka yang membawa obat-obatan medis, bahan sembako maupun bahan bakar minyak dapat dilakukan dengan pengawasan yang ketat oleh aparat berwenang.

"Kita harap bupati lain juga mendukung melaksanakan ini. Kondisi ini sangat bahaya. Harus kita putuskan mata rantai virusnya," tegas Molen.

Molen berharap dukungan dari masyarakat untuk sama-sama berjuang melawan penyebaran virus ini. Sementara itu, menurut dia, setelah dikirimkan surat ini ke gubernur, belum ada respon dari orang nomor satu di Bangka Belitung itu.

Molen sempat menyampaikan hal ini melalui whatsapp grup yang didalamnya terdapat gubernur maupun sekda.

"Respon pak gubernur setelah saya kirim digrup itu, dia hanya menyampaikan terima kasih. Pak sekda juga membalas, beliau bilang terima kasih pak wali kota atas dukungannya. Kami harap langkah ini dapat dilakukan untuk pencegahan dan keselamatan kita bersama," harap Molen.

(Bangkapos.com/Irakurniati)

Editor: nurhayati
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved