Virus Corona di Bangka Belitung

Begini Tanggapan Kemenhub Terkait Permintaan Bangka Belitung Menutup Bandara dan Pelabuhan

Menanggapi keinginan sejumlah daerah ini, Kementerian Perhubungan menerbitkan siaran pers bernomomor:47/SP/KSIHU/III/2020 tertanggal 25 Maret 2020

Begini Tanggapan Kemenhub Terkait Permintaan Bangka Belitung Menutup Bandara dan Pelabuhan
Pos Belitung/Disa Aryandi
Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi tiba di Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan, Jumat (2/9/2016) 

POSBELITUNG.CO--Tekait dengan  pencegahan  penularan virus corona di Provinsi Bangka Belitung, Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman berencana untuk menutup bandara dan pelabuhan di Bangka Belitung yang menjadi pintu masuk ke Negeri Serumpun Sebalai ini.

Rencana penutupan bandara dan pelabuhan ini akan disampaikan kepada pihak pemerintah pusat, Kamis (26/3/2020).

Desakan serupa juga disampaiakan oleh sejumlah daerah terkait penutupan pintu masuk ke daerah ini.

Namun menanggapi keinginan sejumlah daerah ini, Kementerian Perhubungan menerbitkan siaran pers bernomomor:47/SP/KSIHU/III/2020 tertanggal 25 Maret 2020 yang ditandatangani oleh Kepala Bagian Kerjasama Internasional, Humas dan Umum, Dirjen Perhubungan Udara, F Budi Prayitno.

Berikut siaran pers selengkapnya dari Kementerian Perhubungan:

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan tanggapan terhadap keinginan beberapa pemerintah daerah (pemda) untuk sementara waktu menutup pelayanan penerbangan yang mengangkut penumpang ke wilayahnya sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto mengatakan bahwa Kementerian Perhubungan dapat memahami keinginan Pemerintah Daerah tersebut, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu :

1. Penutupan bandar udara merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Oleh karenanya penutupan bandar udara harus terlebih dahulu disampaikan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk dilakukan evaluasi;

2. Bandar udara merupakan obyek vital yang tidak hanya melayani penerbangan untuk penumpang tetapi juga melayani angkutan kargo, logistik dan pos yang dibutuhkan oleh masyarakat;

3. Bandar udara juga mempunyai fungsi sebagai bandar udara alternatif (alternate aerodrome) bagi penerbangan yang mengalami kendala teknis maupun operasional, melayani penerbangan untuk penanganan kesehatan/medis (medivac evacuation) serta untuk penerbangan yang mengangkut sampel infection substance Covid-19;

Halaman
1234
Editor: nurhayati
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved