Virus Corona

Dikeliingi Zona Merah Covid-19, Babel Harus Ekstra Waspada, Jatah Rapid Tes Pusat Tergantung Kasus

Mikron Antariksa menjelaskan alat tes cepat (rapid tes) ini dibagikan ke daerah tergantung dan disesuaikan dengan potensi kasus

Dikeliingi Zona Merah Covid-19, Babel Harus Ekstra Waspada, Jatah Rapid Tes Pusat Tergantung Kasus
Bangkapos.com/Yudistira
Kepala Dinas (Kadis) Dinsosnaker, Pangkalpinang, Mikron Antariksa, Senin (9/5/2016), (Foto Bangka Pos, Yudistira Gatra Praja) 

POSBELITUNG.CO, BANGKA-- Pembagian rapid tes untuk daerah dari Kementrian Kesehatan tidak diberikan begitu saja.

Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa menjelaskan alat tes cepat (rapid tes) ini dibagikan ke daerah tergantung dan disesuaikan dengan potensi kasus yang terjadi.

Mikron mengatakan berdasarkan penjelasan Kementrian Kesehatan Rapid tes yang dibagi ke daerah sebanyak 125.000.

"Setiap Provinsi berbeda-beda jatahnya sesusai dengan potensi kasus Covid-19, minimal Provinsi dapat 2.400 dan maksimal dapat 8.400,"kata Mikron kepada wartawan, Kamis (26/3/2020).

Mikron menambahkan rapid tes diprioritaskan pada tiga kelompok, kelompok yang melakukan kontak dekat dengan pasien positif, dilakukan melalui tracing, tenaga kesehatan dan populasi daerah rawan

"Hasil sementara ada 700.000 orang yang masuk kelompok rentan, itu yang disampaikan Kemenkes untuk seluruh Provinsi. Sedangkan untuk alat pelindung diri (APD) yang dibagi ke daerah oleh Kemenkes 6.600 ke 31 Dinkes dan BNPB 95.000 ke Provinsi-provinsi,"ujarnya.

Pengujian rapid test kit pada sampel makanan di Tanjung Pendam beberapa waktu lalu.
Pengujian rapid test kit pada sampel makanan di Tanjung Pendam beberapa waktu lalu. (Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari)

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung, Mulyono, mengatakan, terkait kondisi fasilitas medis yang masih dikatakan kurang, seperti Alat Pelindung Diri (APD), thermogun serta Virus Tranfer Media (VTM) untuk mengirim sampel pasien ke Laboratorium.

Menurutnya semua alat tersebut merupakan kebutuhan dasar yang saat ini dibutuhkan setiap rumah sakit di Bangka Belitung.

"Gubernur juga memerintahkan untuk membeli rapid tes bila sudah ada izin edar, akan di drop dari pusat, bahwa kami telah merencanakan ini berdasarkan rapat dihadiri oleh seluruh kepala dinas dan setelah itu menjadi bahan dasar untuk kebutuhan dari rumah sakit,"kata Kepala Dinas Kesehatan Mulyono.

Selain itu dia menungkapkan terkait stok masker yang saat ini bertambah menjadi 1000 masker berada di Dinkes Babel, dan bantuan APD sebanyak 50 set untuk dua rumah sakit rujukan di Belitung dan Pangkalpinang, sementara untuk jumlah VTM yang tersedia di Laboratorium Dinkes hanya 10 buah.

Halaman
12
Editor: Hendra
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved