Industri Penerbangan Dalam Negeri Terancam Lakukan PHK Karyawannya

Semua maskapai penerbangan sudah mengurangi jumlah penerbangan baik rute dan frekuensinya sampai dengan 50 persen atau lebih.

Industri Penerbangan Dalam Negeri Terancam Lakukan PHK Karyawannya
tribunnews
Suasana Airside Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Senin (23/3/2020) sore. 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Indonesia National Air Carriers Association ( INACA) berharap pemerintah memberikan insentif bagi industri penerbangan di tengah mewabahnya virus corona.

Sebab, jika tak diberi insentif dan keringanan industri penerbangan dalam negeri terancam melakukan PHK kepada karyawannya.

Ketua Umum INACA Denon Prawiratmadja mengatakan, sejak awal Maret 2020 ini terjadi penurunan jumlah penumpang yang sangat drastis.

Untuk itu, semua maskapai penerbangan sudah mengurangi jumlah penerbangan baik rute dan frekuensinya sampai dengan 50 persen atau lebih.

"Diramalkan apabila penuntasan pandemik Covid-19 semakin tidak pasti hal ini akan membuat industri penerbangan semakin terpuruk bahkan sebagianya akan tidak beroperasi karena bangkrut," ujar Denon dalam siaran persnya, Kamis (26/3/2020).

Denon menambahkan, untuk mengurangi kerugian yang derita, beberapa waktu belakangan ini, sejumlah maskapai penerbangan telah melakukan langkah antisipasi.

Di antaranya dengan memilih opsi tutup operasi dan merumahkan atau melakukan pemutusan hubungan kerja karyawannya baik bagi pilot, awak kabin, teknisi dan karyawan pendukung lainnya. Atas dasar itu, pihaknya meminta pemerintah memberikan insentif bagi industri penerbangan.

"Yang kami harapkan adalah penundaan pembayaran PPh, penangguhan bea masuk impor suku cadang, penagguhan biaya bandara dan navigasi yang dikelola BUMN, pemberlakuan diskon biaya bandara yang dikelola Kementerian Perhubungan, dan perpanjangan jangka waktu berlakunya pelatihan simulator maupun pemeriksaan kesehatan bagi awak pesawat," kata Denon.

Denon memperkirakan, jika tak diberikan insentif maka dipastikan akan terjadi tindakan perumahan maupun PHK karyawan sebagai upaya penyelamatan.

"Dampaknya bukan hanya di industri penerbangan itu sendiri tapi juga untuk industri pendukungnya baik hilir maupun hulu seperti bengkel pesawat, ground handling, dan agen perjalanan yang terlibat. Untuk ini, INACA sangat mengharapkan respon positif dari Pemerintah yang cepat untuk menghindari gelombang perumahan dan PHK yang tidak bisa dihindari tersebut," ucap dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Industri Penerbangan Terpuruk, Gelombang PHK Mengancam"

Editor: tedja pramana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved