Virus Corona

INILAH PETISI KAGAMA BABEL, Bandara dan Pelabuhan Tutup Sementara Antisipasi Penyebaran Covid-19

Petisi tersebut merupakan dukungan bersama upaya pencegahan yang dilakukan Pemerintah Babel untuk melindungi masyarakatnya dari infeksi COVID-19

INILAH PETISI KAGAMA BABEL, Bandara dan Pelabuhan Tutup Sementara Antisipasi Penyebaran Covid-19
ist/dr Farhan
dr. Farhan Ali Rahman ahli anastesi di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Ir. Soekarno Kepulauan Bangka Belitung 

POSBELITUNG.CO, BANGKA-- Inisiasi dari Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) Babel membuat sebuah petisi penutupan sementara arus penumpang bandara dan pelabuhan di Bangka Belitung.

Petisi KAGAMA ini akhirnya tersampaikan juga dengan adanya tanggapan langsung dari Gubernur Babel Erzaldi Rosman.

Melalui dr. Farhan Ali Rahman ahli anastesi di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Ir. Soekarno Kepulauan Bangka Belitung.

Sebagai satu diantara perwakilan KAGAMA Babel mengatakan, pembuatan petisi tersebut merupakan dukungan bersama upaya pencegahan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, untuk melindungi masyarakatnya dari infeksi COVID 19.

"Yang penting pesan sudah sampai ke gubernur, dan gubernur sudah mendukung, telah banyak langkah preventif yang dilakukan guna masuknya virus COVID-19 ke Negeri Serumpun Sebalai. Namun dengan meningkatnya jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dalam kurun singkat, maka diperlukan langkah yang lebih ketat dan tegas," ungkap Farhan kepada Bangkapos.com, Kamis (26/03/2020)

Dia mengatakan, ketersediaan fasilitas, peralatan dan tenaga kesehatan di provinsi ini tidak siap untuk menghadapi situasi pandemik, sehingga tidak memungkinkan untuk menghadapi lonjakan pasien COVID-19 di kemudian hari.

Sehingga untuk tetap menjaga kasus COVID-19 tetap negatif di Negeri Serumpun Sebalai ini.

Maka PETISI ini adalah dukungan dan masukan dari masyarakat atas upaya :

1. Penutupan sementara arus penumpang di bandara  dan pelabuhan di Provinsi Bangka Belitung selama minimal 2 (dua) minggu sampai 1 (satu) bulan, dan atau menyesuaikan dengan kondisi perkembangan penyebaran COVID-19.

2. Arus logistik/Spesimen Medis/Alat Pelindung Diri (APD)/Bantuan/Sembako tetap berjalan melalui proses dekontaminasi.

Halaman
123
Editor: Hendra
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved