Breaking News:

Kabar Gembira, Pendaftaran Kartu Pra Kerja Segera Dibuka April 2020, Begini Syarat dan Tata Caranya

Kabar Gembira, Pendaftaran Kartu Pra Kerja Segera Dibuka April 2020, Begini Syarat dan Tata Caranya

prakerja.go.id
Ilustrasi Kartu Pra Kerja 

Kabar Gembira, Pendaftaran Kartu Pra Kerja Segera Dibuka April 2020, Begini Syarat dan Tata Caranya

POSBELITUNG.CO -- Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) memutuskan untuk mempercepat program Kartu Pra Kerja di Indonesia.

Adapun hal ini dilakukan karena pandemi virus corona ( covid-19 )  yang menyebabkan banyak orang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Dengan Kartu Pra Kerja ini, pekerja akan mendapatkan insentif sebesar Rp 1 juta per orang, yang artinya mengalami kenaikan dari yang sebelumnya hanya Rp 650 ribu.

Dilansir dari prakerja.kemnaker.go.id, Kartu Pra Kerja adalah program pengembangan kompetensi kerja yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja ter-PHK, atau pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi.

Berikut syarat penerima Kartu Pra Kerja:

- Penerima Kartu Pra Kerja harus Warga Negara Indonesia (WNI)

- Berusia minimal 18 tahun

- Bagi calon penerima Kartu Pra Kerja diharuskan sedang tidak mengikuti pendidikan formal.

Kapolri Turun Tangan, Begini Nasib Oknum Perwira yang Aniaya 3 Bintara di Polres Padang Pariaman

Nantinya para pekerja akan mengikuti pelatihan dengan dua metode, yaitu online (E-learning) dan offline (tatap muka).

Berikut manfaat yang didapat dari program Kartu Pra Kerja:

- Bisa digunakan untuk mengikuti pelatihan berbayar.

Kartu Pra Kerja bisa digunakan untuk pembayaran dalam mengikuti pelatihan online maksimal Rp 3 juta dan juga pelatihan offline maksimal Rp 7 juta.

- Selain itu, pekerja akan mendapatkan sertifikat dari lembaga pelatihan tersebut, baik online maupun offline.

- Pekerja akan mendapatkan insentif sebesar Rp 500 ribu dan akan ditransfer tiga kali ke saldo.

Begini Langkah Bupati Wonogiri di Tengah Wabah Corona Saat Ribuan Pemudik dari Jakarta Tiba

Bagaimana tata cara dan mekanisme membuat Kartu Pra Kerja?

1. Mendaftar di laman resmi prakerja.go.id

Dalam tahap ini, peserta melakukan pengisian data dan seleksi online.

Petugas Pengantar Kerja/Antar Kerja di Dinaker akan mendampingi peserta untuk mendaftar melalui website secara kolektif dan melakukan seleksi secara online berdasarkan kemampuan dasar dan motivasi.

2. Memilih pelatihan

Peserta akan memilih pelatihan yang diisyaratkan industri.

Peserta memilih pelatihan dari layanan SISNAKER dan bayar menggunakan saldo Kartu Pra Kerja maksimal Rp 3 juta untuk online dan maksimal Rp 7 juta untuk offline.

MUI Terbitkan Fatwa: Tenaga Medis yang Tangani Corona Boleh Salat Tanpa Wudu

3. Mengikuti pelatihan

Nantinya peserta akan mengikuti pelatihan di SISNAKER.

Pelatihan dilakukan secara online maupun offline dan mendapatkan sertifikat pelatihan dari lembaga tempat dilakukannya pelatihan.

4. Berikan ulasan dan rating

Peserta mendapatkan kesempatan untuk memberikan ulasan dan rating terhadap lembaga pelatihan melalui SISNAKER setelah melakukan proses pelatihan.

5. Mendapatkan insentif

Peserta Kartu Pra Kerja akan mendapatkan insentif sebesar Rp 500 ribu dan akan ditransfer dalam tiga tahap ke saldo Kartu Pra Kerja.

6. Survei Kebekerjaan

Survei Kebekerjaan dilakukan sebagai feedback efektivitas program.

Survei yang ditanyakan dalam tiga tahap dengan insentif pengisian survei sebesar Rp 150 ribu sebagai feedback efektivitas program, kesesuaian pelatihan dan penempatan kerja, dan lain sebagainya.

Dilansir dari Kompas.com, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, pendaftaran Kartu Pra Kerja dibuka April 2020.

"Kartu Pra Kerja ini tahap awalnya akan dilakukan untuk sosialisasi ke masyarakat. Dan dua minggu dari sekarang, kami harapkan sudah bisa masyarakat memilih dan mempelajari sehingga bisa memutuskan akan ikut pelatihan di mana. Dua minggu dari sekarang pendaftaran akan dibuka," ujar Airlangga.

Untuk diketahui, Kartu Pra Kerja ditujukan bagi penduduk usia kerja yang sedang mencari kerja atau yang sedang tidak mencari namun ingin berganti profesi, buruh, karyawan, korban PHK, lulusan SMA atau SMK dengan usia minimal 18 tahun ke atas.

Pemerintah memprioritaskan program ini untuk pencari kerja muda, namun tidak untuk yang sedang bersekolah atau duduk di bangku kuliah.

Airlangga pun menjelaskan, biaya pelatihan yang akan ditanggung pemerintah melalui kartu pra kerja bervariasi, mulai Rp 3 juta hingga Rp 7 juta per orang.

Nantinya, pemerintah akan membayarkan biaya pelatihan tersebut kepada lembaga pelatihan melalui platform digital.

Hingga saat ini, terdapat delapan platform marketplace yang bakal menjadi perantara antara lembaga pelatihan dan pencari kerja.

Kedelapan platform tersebut adalah Tokopedia, Bukalapak, Skill Academy by Ruangguru, MauBelajarApa, HarukaEdu, PijarMahir, Sekolah.mu dan Sisnaker.

Selain mitra digital sebagai marketplace, pemerintah juga bekerja sama dengan tiga mitra pembayaran yaitu BNI, OVO dan LinkAja.

"Dengan 11 mitra mulai pendaftaran, pemilihan pelatihan dan pembayaran insentif pasca pelatihan sudah bisa dilakukan. Pelatihan baik online, offline, hybrid bisa model three in one, two in one atau satu pealtihan saja," jelas Airlangga.

Namun demikian, dengan situasi wabah virus corona (Covid-19), saat ini pemerintah membatasi hanya empat lokasi saja yang bisa menyelenggarakan pelatihan secara offline, yaitu Kepulauan Riau, Bali, Sulawesi Utara, dan Surabaya.

"Dan khusus pelatihan-pelatihan offline dalam tahap awal ini per kelas dibatasi maksimal 20 orang, mencegah apa yang terjadi hari ini terkait corona, kita batasi pelatihan yang sifatnya offline," jelas Airlangga.

(Tribunnews.com/Yurika Nendri)(Kompas.com/Muhammad Idris)

Berita ini telah terbit di TRIBUNNEWS.COM berjudul Pendaftaran Kartu Pra Kerja Segera Dibuka April 2020, Berikut Syarat dan Tata Caranya

Penulis: tidakada008
Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved