Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Tiga Hari Sang Ayah Tak Pulang, Sri Wulandari Terkejut Sahirudin Tewas di P0ndok TI

Kemudian Sri Wulandari putri Sahirudin meminta bantuan teman ayahnya, Lalan untuk mencari keberadaaan sang ayah.

Editor: nurhayati
Ist/Polres Bangka Tengah
Mayat Saharudin saat dievakuasi dari pondok Ti oleh Polres Bateng, Jumat (27/3/2020) di Desa Lampur Kecamatan Sungaiselan 

Tiga Hari Sang Ayah Tak Pulang, Sri Wulandari Terkejut Sahirudin Tewas di P0ndok TI

POSBELITUNG.CO-- Pihak keluarga sudah melakukan pencarian terhadap Sahirudin (55) yang berprofesi sebagai penambang timah ini.

Pasalnya sudah tiga hari warga Desa Kemingking tersebut tidak pulang ke rumahnya.

Kemudian Sri Wulandari putri Sahirudin meminta bantuan teman ayahnya, Lalan untuk mencari keberadaaan sang ayah.

Saat tiba di pondok TI milik ayahnya di Desa Lampur Kecamatan Sungaiselan, Jumat (27/3/2020), betapa terkejutnya Sri Wulandari melihat ayahnya sudah meninggal di pondok Ti tersebut.

Kematian Sahirudin ini dibenarkan oleh Kabag Ops Polres Bateng Kompol Andi Purwanto.

Menurutnya berdasarkan laporan yang pertama kali mengetahui mayat pada saat itu adalah Sri Wulandari yang tak lain adalah anak dari Sahirudin dan Lalan yang merupakan teman Sahirudin.

Mayat Saharudin saat dievakuasi dari pondok Ti oleh Polres Bateng, Jumat (27/3/2020) di Desa Lampur Kecamatan Sungaiselan
Mayat Saharudin saat dievakuasi dari pondok Ti oleh Polres Bateng, Jumat (27/3/2020) di Desa Lampur Kecamatan Sungaiselan (Ist/Polres Bangka Tengah)

Ia menjelaskan, saat itu menurut keterangan Sri Wulandari, ia bersama Lalan mendatangi pondok TI milik ayahnya.

Mereka bermaksud untuk menjemput ayahnya yang bekerja di loksi TI dikarenakan sang ayah tidak pulang ke rumah.

Kemudian jam 08.00 WIB Sri Wulandari mengajak Lalan Agustia berangkat ke lokasi TI untuk menjemput ayahnya, namun setibanya di lokasi sekitar pukul jam 10.00 WIB, Sri Wulandri menemukan ayahnya meninggal di dalam pondok.

"Mayat terakhir kali meninggalkan rumah untuk bekerja ke TI dari hari Selasa 24 Maret 2020 jam 06.30 WIB dan kemudian sampai hari Jumat 27 Maret 2020 tidak pulang kerumah," ungkap Andi, Sabtu (28/3/2020)

Mengetahui hal tersebut Sri Wulandari langsung menghubungi keluarga dirumah tentang kabar bahwa sang ayah telah meninggal dipondok TI, saat ditanyakan penyebab kematian Sahirudin, Andi mengatakan jika sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan. (Bangkapos.com/Muhammad Rizki)

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved