Virus Corona di Bangka Belitung

Dokter Farhan: Garda Terdepan Bukan Dokter, Tapi Masyarakat yang Patuh Aturan Tetap di Rumah

dr. Farhan Ali Rahman meyakini warga Bangka Belitung sanggup bersama melawan Covid-19.

Dokumentasi Bangka Pos
dr. Farhan Ali Rahman 

POSBELITUNG.CO, BANGKA -- Ahli anestesi dan intervensi nyeri di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. (H.C.) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr. Farhan Ali Rahman meyakini warga Bangka Belitung sanggup bersama melawan Covid-19.

Asal semuanya bekerja bersama melawan covid-19 dengan patuhi aturan pemerintah.

"Harus bersama, bukan hanya dokter, BPBD, atau pemerintah daerah, tapi kita semuanya. Sebab yang menjadi garda terdepan bukan dokter, polisi atau pihak rumah sakit. Yang menjadi garda terdepan pemutus rantai penularan adalah masyarakat sendiri ketika menjalani social ditancing, phisycal distancing dan menjalani aturan ini sudah sangat membantu menjadi garda paling depan," jelas Fauzan kepada bangkapos.com, Minggu (29/03/2020)

Menurutnya ketika masyarakat membiasakan diri untuk sementara waktu tetap berada di rumah, selalu mencuci tangan, menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi vitamin.

Ia yakin virus tersebut akan cepat kita atasi.

"Inshaallah ketika kemudian yang virusnya terjangkit pada manusia-manusia yang sakit semoga seiring waktu mereka sembuh dan virus itu akan hilang secara alami selama 14 hari. Jadi yang sakit sembuh, yang sehatnya tetap tangguh," paparnya

Untuk warga yang saat ini masih saja keluar rumah, dr.Farhan menyebutkan jangan sampai Indonesia seperti dua negara yang gagal menghadapi covid-19.

"Untuk yang masih saja keluar rumah atau yang sangat susah sekali mengikuti aturan pemerintah. Saya hanya mengingatkan jangan sampai kita seperti dua negera yang gagal melawan covid. Seperti Italia dan Amerika, yang tidak ada keperluan mendesak saya mohon lah untuk dirumah saja dulu. Hanya sebentar kok, ini semua harus kita yang lawan," tuturnya

Dia juga mengatakan dengan hal ini tentunya banyak orang yang dirugikan, ekonomi melemah namun hanya sementara.

"Saya lihat kemarin malem jam delapan caffe resto tempat nongkrong sudah pada tutup. Iini artinya mereka sudah mematuhi aturan pemerintah. Mengutip kata-kata Presiden Ghana  N A Dankwa Akufo-Addo dia menyebutkan 'Kami tahu bagaimana menghidupkan kembali perekonomian, yang kami tidak tahu adalah bagaimana menghidupkan kembali orang yang sudah meninggal' keren kan ini. Jadi kita juga percaya ekonomi melamah pasti bisa kita hidupkan kembali, belajar dari Wuhan," ujarnya

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi hasanah
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved