Breaking News:

Virus Corona

Lion Air Tetap Terbang Menuju Bangka Saat Penerbangan Dibatasi, Penumpang Sempat Dihadang Masyarakat

Berdasarkan kebijakan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman bahwa akan pembatasan penerbangan ke Bangka Belitung

Kompas.com/Heru Dahnur
Ilustrasi - Pesawat Lion Air saat parkir di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Jumat (19/7/2019) sore. 

"Penerbangan terbatas mulai berlaku Senin (30/3/2020) yakni hanya ada satu penerbangan oleh satu maskapai ke Bangka Belitung. Rute penerbangan hanya dari Jakarta ke Bangka Belitung dan sebaliknya. Penerbangan dari Batam, Palembang, dan Yogyakarta ditutup. Termasuk dari Kuala Lumpur yang sudah lama ditutup," tegas Erzaldi, Minggu (29/3/2020).

Pintu masuk ke Babel melalui jalur penerbangan yakni di Pulau Bangka dan Pulau Belitung.

Di Bangka melalui Bandara Depati Amir Pangkalpinang dan Bandara HAS Hanandjoedin di Pulau Belitung.

"Kedatangan penumpang tetap banyak ke Bangka Belitung, sementara petugas medis di bandara terbatas. Selain itu, kami akan tetap menjaga Babel sebagai zona hijau, bebas virus corona," ujarnya.

Erzaldi menyebutkan, sudah menggelar rapat dan berkoordinasi dengan pihak maskapai yang melayani penerbangan ke Babel.

Maskapai Sriwijaya Air, NAM, Lion Air, Garuda, dan Citilink akan bergantian mengangkut penumpang sesuai hasil undian yang disepakati Sabtu (28/3/2020).

"Jadi hasil dari cabut lot (undian) didapatkan hasil maskapai bergiliran terbang ke Babel, masing-masing satu hari satu kali," kata Erzaldi.

Pada tanggal 30 Maret 2020, penerbangan hanya dilayani maskapai NAM Air, 31 Maret Lion Air, 1 April Sriwijaya Air, 2 April Garuda, 3 April Citilink, 4 April kembali NAM Air, 5 April Lion Air, dan 6 April Sriwijaya Air.

Erzaldi mengaku keputusan ini sangat sulit, karena berimbas pada banyak sektor termasuk perekonomian.

"Ini dilematis tapi keputusan harus diambil karena untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus corona," ungkapnya.

Dia menyebutkan, hanya kepala daerah di Babel yang mengetahui kondisi ini sehingga memilih untuk mengambil keputusan pembatasan penerbangan termasuk pelabuhan.

Erzaldi mengatakan pada tanggal 5 April nanti, ada kegiatan keagamaan Cheng Beng yang memungkinkan banyak orang datang ke Bangka.

Sementara, di Babel rumah sakit untuk melayani pasien pasien dengan pengawasan (PDP) terbatas termasuk alat pelindung diri (APD), masker, hand sanitizer dan sebagainya.

"Sehingga penting bagi kami untuk mengambil keputusan ini. Sebenarnya, sebagai daerah kepulauan, mudah saja bagi kami mengisolasi diri. Tutup saja pelabuhan dan bandara," jelas Erzaldi.

Selanjutnya, Pemprov Babel menunggu evaluasi dari Kemenhub menyusul penerapan kebijakan pembatasan penerbangan ini. 

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved