Breaking News:

Pria ini Curiga Ada Ludah di Paket Kiriman Barang, Takut Corona, Cek CCTV, Terbongkar Aib Pelakunya

Dari rekaman CCTV, terbongkar aib pelaku penebar teror kuman di paket kiriman barang yang dikirim ke rumahnya. Siapakah dia?

Penulis: tidakada007 | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
ABC7 Chicago
Petugas pengiriman paket barang yang kepergok meludahi paket yang ia kirim. 

Video tersebut, dibagikan oleh Anggota Dewan NYC, Joe Borelli, dan bahkan telah ditonton lebih dari 3,4 juta kali.

Dalam video lain yang juga dibagikan pada hari Minggu itu ke Youtube, diklaim menunjukkan mayat dimuat ke dalam bak sebuah truk pendingin di Rumah Sakit Maimonides di Brooklyn, New York.

Rumah sakit Maimonides sendiri belum mengkonfirmasi apakah rekaman itu diambil di sana, lapor The Sun.

Pekerja medis, mengenakan pakaian pelindung juga terlihat di luar rumah sakit dan pria yang merekam mengatakan bahwa puluhan  jenazah diangkut ke dalam truk.

"Jenazah, mayat ... Ada truk yang akan memasukkan mayatnya kedalam," kata pria itu.

Video-video itu dibagikan pada hari yang sama ketika seorang perawat ruang gawat darurat berusia 38 tahun di sebuah rumah sakit Manhattan mengambil foto sebuah truk parkir di tempat yang sama.

Menurut perawat yang tidak diketahui namanya yang membagikan foto dengan Buzzfeed, truk itu memang dimuat dengan mayat.

Dia berkata:

“Saya mengambil foto ini memang untuk ditunjukkan kepada orang-orang."

"Ini adalah kenyataan mengerikan dari apa yang kita hadapi dan di mana sebagian orang yang sudah berakhir."

Foto itu dilaporkan diambil di luar rumah sakit dan menunjukkan mayat-mayat - dalam kantong oranye dan putih berbaris - dari orang-orang yang diduga meninggal karena komplikasi virus corona.

Ia juga melaporkan bahwa para perawat di New York harus terus bekerja dengan shift panjang dan terus bekerja jika mereka belum menunjukkan gejala virus atau kelelahan..

Perawat yang diwawancarai oleh Buzzfeed itu menambahkan:

"Namun kami belum bisa dites, kecuali kami menunjukkan gejala (virus corona)."

"Mereka tidak ingin mengetes (virus corona) karena, pada tingkat yang kita ketahui, kita semua mungkin sakit dan kita tidak mengetahuinya."

Gambar-gambar yang memicu kegelisahan itu muncul ketika jumlah korban virus coronavirus di negara bagian New York telah mencapai 1.000 jiwa.

Dilaporkan dan dilansir dari Worldometer, hampir setengah dari total kasus virus corona di Amerika Serikat berlokasi di Kota New York.

Presiden Trump mengatakan dalam wawancara pada Senin (30/3/2020). pagi dengan FOX News:

"Sungguh mengerikan apa yang terjadi, mayat berjatuhan di seluruh (negeri), mereka membawa truk pendingin untuk menyimpan mayat korban virus corona."

Amerika Serikat jadi pusat epidemi virus corona dunia

Hinngga artikel ini dibuat, diaporkan telah ada sekitar 160.000 lebih kasus virus corona yang dikonfirmasi, dan 3.100 lebih meninggal di seluruh Amerika Serikat.

Dan bahkan hampir lebih dari 60.000 di antaranya dikonfirmasi berada di Kota New York.

Gubernur New York Andrew Cuomo memperingatkan pada bahwa penutupan dan lockdown di kota akan berlangsung setidaknya dua minggu lagi.

Sebagian besar kematian di AS juga terjadi di New York, di mana jumlah tubuh mencapai 1.300 jiwa meninggal karena virus corona. (Tribunstyle/Dhimasyanuar)

Artikel ini telah tayang di TRIBUNSTYLE.COM dengan judul Curiga Ada Ludah di Paket Kiriman Barang, Pria Ini Takut Corona, Cek CCTV, Terbongkar Aib Pelakunya

Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved