Berita Belitung

Rapat Paripurna LKPJ di DPRD Belitung Gunakan Sistem Video Conference , Stop Audensi

Sistem rapat paripurna ini, menggunakan sistem video conference alias melalui via online.

Posbelitung.co/Disa Aryandi
Ketua DPRD Kabupaten Belitung Ansori 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG-- Pelaksanaan rapat paripurna agenda penyampaian LKPJ Bupati Belitung, kamis (2/4/2020) tidak seperti biasa.

Pelaksanaan kali ini, tanpa ada pertemuan dan tamu undangan di ruang rapat paripurna Gedung DPRD Kabupaten Belitung.

Sistem rapat paripurna ini, menggunakan sistem video conference alias melalui via online. Alamat website tersebut adalah https://lkpj.belitungkab.go.id.

Seluruh masyarakat dan berbagai elemen bisa mengakses serta menonton video konfrens tersebut.

"Iya kami mulai menerapkan video konfrens ini, dalam rapat paripurna pertama ini. Ini yang buat rekan - rekan dari kominfo, jadi sesuai dengan surat edaran mendagri harus seperti ini," ungkap Ketua DPRD Kabupaten Belitung Ansori kepada Posbelitung.co, kamis (2/4/2020).

Ia mengatakan, DPRD Belitung awalnya memang ingin menggunakan sistem rapat paripurna dengan cara telekonferensi. Namun ada keterbatasan anggaran dalam pembuatan website tersebut, sehingga manfaatkan apa yang ada.

"Jadi hanya video saja, disini masyarakat dari mana pun bisa melihat langsung. Itu sama seperti paripurna sistem pertemuan nya, hanya saja dia berbentuk visual. Jadi tetap di awali dengan pembukaan oleh saya dan kemudian disambung dengan sambutan Bupati Belitung," jelas Ansori.

Pelaksanaan rapat paripurna ini dilakukan selama 4 hari. Setelah sambutan Bupati Belitung, maka akan dilakukan pengambilan video pandangan umum fraksi - fraksi dan dihari selanjutnya yaitu jawaban eksekutif.

"Setelah itu baru catatan strategis dan pembangilan keputusan. Sistem tersebut diterapkan, agar tidak terjadi kerumunan orang ramai dan dengan sistem ini juga masyarakat bisa melihat langsung," ucapnya.

Rapat paripurna tersebut merupakan rapat pertama penyampaian LKPJ 2019 Bupati Belitung. Namun untuk agenda rapat paripurna selanjutnya, yaitu akan dilakukan  pada bulan Oktober 2020 mendatang.

"Itu pembahasan ABT nanti nya. Tapi kalau untuk rapat Bamus, tetap dilakukan secara tatap muka, karena hanya beberapa orang saja dan masih bisa menjaga sosial distencing, jadi masih dilakukan dikantor, sama seperti rapat lainnya," beber Ansori.

Ia mengatakan, yang sudah distop oleh DPRD sekarang ini, yaitu terkait audiensi dan rapat dengar pendapat. Lantaran untuk pertemuan seperti itu, biasanya melibatkan orang banyak.

"Kalau yang seperti itu kami tunda dulu seperti kemarin. Kemarin saya sarankan, untuk langsung terjun ke lapangan. Kalau misalkan hanya beberapa orang melakukan rapat, tetap kami laksanakan," pungkasnya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved