Breaking News:

Kabar Baik dari Luhut, Prediksi Ilmuan Sebut Corona Berakhir April, Bersyukur Indonesia Dilewati ini

"Nah modeling yang dibuat teman-teman dari Universitas Gadjah Mada ada Professor Corita, ada Professor Yodi di sana, ada lagi dari ITB."

Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Youtube/KompasTV
Luhut Binsar Pajaitan ungkap kabar baik yang diungkapkan para ilmuwan terkait pandemi Virus Corona di Indonesia. 

"Hitungannya bagaimana dan dari mana?," tanya presenter awalnya.

Hadi lantas menjawab bahwa perhitungan dalam Matematika itu banyak versinya.

"Kalau perhitungan dalam Matematika sebenarnya ada banyak versinya."

"Kalaupun orang itu menggunakan model yang sama itu juga bergantung dari parameter yang dipakai," ujar Hadi.

Hadi mengatakan dirinya menggunakan model SGR yang dibagi dalam tiga kelompok.

"Saya itu menggunakan model yang namanya itu SGR atau speer model."

"Jadi diasumsikan orang itu bisa dikelompokkan dalam tiga golongan, orang sehat yang punya potensi terkena infeksi, kelompok orang yang terifeksi, dan kelompok orang yang sembuh atau meninggal," jelasnya.

Dengan model tersebut Hadi mengatakan bahwa puncak dari Virus Corona diperkirakan akan terjadi pada akhir April.

Yaitu dua bulan setelah kasus pertama muncul pada 2 Maret 2020. 

"Menggunakan model ini saya menghitung kalau seandainya tiap orang punya atau akan menginfeksi dua orang lain hingga terus bertambah begitu dan jika ada asumsi masa inkubasinya berapa lama dia sakit sampai sembuh, nah itu saya dapatnya sekitar dua bulan itu," ucap Hadi.

Mendengar penjelasan tersebut, pembawa acara lantas mencoba memastikan kemungkinan bulan puncak kasus.

"Jadi menurut perhitungan Anda, kemungkinan besar puncaknya akan 50 persen populasi, ini pakai Jakarta saja ini dapat terinfeksi dalam 50 hari, artinya ini sekitar bulan April ya pak," tanya sang presenter.

Hadi membenarkan pertanyaan sang reporter.

Ia lantas menyebutkan bahwa perhitungan matematika itu ada asumsi yang dipakai.

"Atau akhir April, itu ada asumsinya. Kalau di Matematika itu sebetulnya kita tidak bisa langsung berbicara proyeksi atau prediksinya, jadi ada asumsi yang dipakai."

"Nah asumsi ini yang kadang suka tidak diperhatikan," ungkapnya.

Ia memprediksi separuh populasi Jakarta bisa terkena apabila asumsinya adalah masyarakat tidak merubah perilakunya.

Jika memang masyarakat masih tetap berinteraksi dan berkumpul seperti biasa maka skenario terburuk tersebut bisa saja terjadi.

Namun, jika masyarakat sudah mengubah perilakunya untuk tetap berada di dalam rumah dan menghindari interaksi, maka hasil yang didapat bisa berubah.

"Jadi misalkan saya asumsikan bahwa sejak awal Maret atau akhir Februari itu seandainya tidak ada perubahan perilaku, seseorang masih berinteraksi seperti biasa, terus masih berkumpul, jadi ini asumsi pentingnya."

"Seandainya asumsi ini tidak dipenuhi maka prediksi saya atau proyeksi yang saya buat itu tidak berlaku lagi," tuturnya.

Lihat videonya sejak menit awal:

(TribunWow.com/Mariah Gipty)

Artikel ini di Tribunnews.com dengan judul Luhut Ungkap Kabar Baik dari Ilmuwan yang Prediksi Corona Berakhir April, Faktor Garis Equator? dan juga telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Luhut Ungkap Kabar Baik dari Ilmuan yang Prediksi Corona Berakhir April, Faktor Garis Equator?

Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved