Virus Corona di Belitung

SKB Sementara Ini Diperuntukkan untuk Rumah Singgah Tenaga Medis, Berikut Penjelasan Sekda Belitung

Di SKB, ada 14 kamar yang sudah disiapkan untuk perawat dan dokter yang menangani covid-19.

Posbelitung.co / Disa Aryandi
Bupati Belitung Sahani Saleh dan Forkompinda ketika melakukan pengecekan di SKB beberapa hari lalu. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Perawas, Kecamatan Tanjungpandan, sementara ini diubah peruntukannya sebagai rumah singgah bagi tim medis yang menangani pasien Covid-19 di RSUD Marsidi Judono Kabupaten Belitung.

Kebutuhan rumah singgah dinilai adalah sesuatu yang mendesak di Kabupaten Belitung.

Di SKB, ada 14 kamar yang sudah disiapkan untuk perawat dan dokter yang menangani covid-19.

Satu kamar di SKB diperuntukkan bagi dua orang petugas.

"Itu kami jadikan rumah singgah sementara ini untuk tenaga medis. Itu sudah disiapkan 14 kamar, sudah dilengkapi dengan kasur, kamar mandi di dalam kamar, tinggal kami pasang AC dan TV saja," kata Sekretaris Daerah (sekda) Pemerintah Kabupaten Belitung H MZ Hendra Caya kepada Posbelitung.co, sabtu (4/4/2020).

Kata Hendra, SKB tersebut sementara ini dibuat sebagai rumah singgah, lantaran kasus ODP dan PDP sementara ini belum meledak seperti yang dipekirakan.

Apabila sudah dinilai banyak, maka SKB akan difungsikan sebagai tempat isolasi.

"Rencana kemarin memang untuk isolasi ODP, tapi ternyata melihat SOP, malah yang positif saja sebetulnya bisa melakukan isolasi mandiri di rumah, tapi harus betul - betul melakukan isolasi. ODP kita tidak begitu banyak dan banyak isolasi mandiri di rumah. Ya kemarin disiapkan memang disiapkan, takut ODP ini meledak, tapi ternyata tidak," jelasnya.

Ini Persiapan Tenaga Medis di RSUD Marsidi Judono Sebelum Tangani Pasien Diduga Terjangkit Covid-19

Rumah singgah diperuntukkan bagi tenaga medis agar mereka bisa tenang dalam menjalankan tugas, dan tidak melakukan kontak dengan anak, istri, maupun suami di rumah.

"Jadi terburuknya, kalau pun nanti mereka terpapar, tidak akan khawatir. Terus dengan mereka di situ, mereka lebih tenang, bisa istirahat dengan tenang dan kerumah sakit juga tidak jauh. Terkadang mereka ada takut pulang kerumah untuk bertemu keluarga," jelasnya.

Dengan tinggal di rumah singgah, para tenaga medis juga akan mudah berkoordinasi dalam penanganan covid-19.

"Karena ini harus cepat. Nah untuk ODP ini belum mendesak, jadi kami belum manfaat kan, jadi melihat perkembangan nanti nya, terburuknya kalau meledak ODP ini, baru SKB itu bisa untuk ODP," pungkasnya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Dedi Qurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved