Berita Belitung

Dengan Sedekah Rp 1.000 Per Hari Salurkan Ratusan Kilogram Beras ke Ponpes Bagi Para Hafizh Quran

Inilah yang ditanamkan pengurus Gerakan Infaq Beras (GIB) Belitung pada para dermawan yang mereka sebut orang tua asuh.

Dok/GIB Belitung
Gerakan Infaq Beras (GIB) Belitung saat mendistribusikan beras ke pondok pesantren di Belitung, Sabtu (4/4/2020) 

POSBELITUNG.CO,BELITUNG--Tak ada nilai yang sedikit ketika sudah dibarengi niat baik ingin berbagi.

Inilah yang ditanamkan pengurus Gerakan Infaq Beras (GIB) Belitung pada para dermawan yang mereka sebut orang tua asuh.

Uang receh Rp 1.000 per harinya yang dikumpulkan para orang tua asuh selama sebulan, lalu dikumpulkan pengurus GIB yang membeli beras berkualitas bagi santri penghafal Al-Qur'an di pondok pesantren.

Gerakan Infaq Beras (GIB) Belitung Sugiin, Minggu (5/4/2020) menceritakan awal gerakan tersebut terbentuk.

Sebenarnya gerakan ini pertama kali digagas Ustadz Lukmanul Hakim di Pontianak, Kalimantan Barat.

Beliau yang kala itu datang ke pondok pesantren merasa iba melihat beras yang merupakan makanan pokok dalam kondisi yang tak layak konsumsi. Berasnya hancur dan kutuan. Dari situlah ide gerakan ini diangkat.

Setelah beberapa tahun, gerakan ini tersebar ke berbagai daerah, termasuk Belitung yang kali ini telah memasuki periode ke lima. Artinya telah lima kali GIB konsisten berbagi beras bagi para penghafal Al-Qur'an.

Langkah donasi yang dilakukan juga terbilang unik. Tak sekadar sekali jalan menampung bantuan, konsistensi bersedekah diterapkan.

Donatur yang juga disebut sebagai orang tua asuh, bisa menghubungi pengurus GIB. Nantinya orang tua asuh itu akan mendapat celengan yang disimpan di rumah. Tiap harinya, sedekah sembari menabung Rp 1.000 bisa dilakukan.

"Targetnya anggaplah Rp 25.000 per bulan," kata Sugiin.

Halaman
12
Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved