Virus Corona

Kapolri Keluarkan Surat Telegram, Penjarakan Pemain Harga dan Penimbun Sembako saat Wabah Covid-19

Polri akan memberikan sanksi tegas kepada siapapun yang menimbun kebutuhan pokok masyarakat ini selama pandemi covid-19.

kompas.com
Ilustrasi pedagang beras. 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA, - Kapolri mengeluarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1099/IV/HUK.7.1./2020 tertanggal 4 April 2020 dalam rangka menjaga ketersediaan bahan pokok ditengah wabah virus corona tau covid-19.

Surat Telegram ini dikeluarkan untuk menindak bagi para pelaku, masyarakat ataupun korporasi yang sengaja menimbun kebutuhan bahan pokok masyarakat.

Polri akan memberikan sanksi tegas kepada siapapun yang menimbun kebutuhan pokok masyarakat ini selama pandemi covid-19.

Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1099/IV/HUK.7.1./2020 yang ditandatangani Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo tertanggal 4 April 2020.

Keabsahan surat telegram tersebut dikonfirmasi oleh Karo Penmas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono.

Surat telegram tersebut dikeluarkan dalam rangka penanganan perkara dan pedoman pelaksana tugas selama masa pencegahan dan penyebaran Covid-19 dalam pelaksanaan tugas terkait ketersediaan bahan pokok dan proses distribusi.

"Bentuk pelanggaran atau kejahatan yang mungkin terjadi dalam ketersediaan bahan pokok dan distribusinya (antara lain) memainkan harga dan menimbun, menghalangi dan menghambat jalur distribusi pangan," tulis surat telegram tersebut seperti dikutip Kompas.com, Minggu (5/4/2020).

Kapolri pun memerintahkan jajarannya untuk mengidentifikasi dan memetakan pelaku kejahatan yang memanfaatkan wabah Covid-19.

Selain itu, Kapolri meminta jajarannya bekerja sama dengan pemangku kepentingan untuk menjamin ketersediaan kebutuhan bahak pokok.

"Gangguan pada komoditas gula dilaksanakan percepatan proses impor dan mengubah peruntukan raw sugar untuk gula kristal rafinasi menjadi gula kristal putih, sedangkan untuk komoditas bawang putih dan bawang bombay dilaksanakan dengan mendorong importir merealisasikan impor tanpa rekomendasi izin produk hortikultura dan surat perijinan impor," tulis keterangan tersebut.

Halaman
12
Editor: Hendra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved