Perlukah Astronaut Menggunakan Tabir Surya karena Berada Lebih Dekat dengan Matahari?

Penggunaan tabir surya ini sangat penting agar kulit tidak terbakar dan terpapar sinar ultraviolet atau UV secara langsung.

Editor: Novita
Bobo.grid.id
Ilustrasi astronaut 

POSBELITUNG.CO - Ketika bepergian ke luar rumah, memakai tabir surya terutama di bagian yang tidak tertutup baju, sangat penting.

Misalnya ketika jalan-jalan atau bertamasya di ruang terbuka atau saat berenang.

Penggunaan tabir surya ini sangat penting agar kulit tidak terbakar dan terpapar sinar ultraviolet atau UV secara langsung.

Sinar UV punya manfaat dan efek negatif bagi kulit kita.

Sinar UV pada level tertentu baik bagi tubuh, namun jika kulit menerima atau menyerap terlalu banyak sinar UV, maka kulit akan semakin banyak juga menyerap efek radiasi.

Salah satu dampaknya adalah memicu kanker karena adanya perubahan DNA yang disebabkan oleh radiasi sinar matahari.

Nah, kalau manusia yang berada jauh dari matahari saja perlu memakai tabir surya, apakah ini artinya astronaut yang berada lebih dekat dengan matahari juga harus memakai tabir surya?

Ternyata Astronaut Tidak Butuh Tabir Surya

Meskipun astronaut tinggal lebih dekat dengan Matahari saat bertugas di ruang angkasa, ternyata astronaut justru tidak butuh menggunakan tabir surya, lo.

Astronaut tidak perlu menggunakan tabir surya saat berada di ruang angkasa karena baju ruang angkasa atau spacesuit yang digunakannya sudah melindungi kulit astronaut.

Baju antariksa astronaut dibuat dari bahan berupa kain tebal yang bisa menghalangi sinar UV dari matahari mengenai kulit.

Selain itu, astronaut juga mengenakan helm tembus pandang yang terbuat dari bahan polycarbonate yang menjadi membuat sinar UV lebih stabil.

Dengan pakaian antariksa yang sudah dibuat dengan berbagai teknologi ini, maka bisa melindungi para astronaut yang bertugas dari paparan sinar UV.

Walaupun baju ruang angkasa bisa melindungi astronaut dari sinar UV, tapi masalah bisa terjadi kalau baju ini sobek, lo.

Astronaut Bisa Tersengat Sinar UV

Meskipun baju antariksa bisa melindungi astronaut dari sengatan sinar UV, tapi hal ini tidak berlaku ketika baju astronaut sobek.

Kejadian ini pernah dialami oleh salah satu kru Gemini 9 di tahun 1963 saat sedang bekerja di luar pesawat antariksanya.

Baju antariksa yang digunakan oleh kru Gemini 9 ini robek pada lapisan luarnya.

Akibatnya, sang astronaut terkena sengatan matahari yang sangat kuat melalui bagian bajunya yang robek.

Namun, risiko tersengat matahari dan terkena paparan sinar UV pada astronaut akan menurun saat mereka berada di dalam pesawat antariksanya.

Buktinya, saat berada di dalam pesawat antariksa, astronaut bisa melepas pakaian antariksanya dan menggunakan pakaian seperti yang kita kenakan di bumi.

Salah satu contoh nyata sinar UV di ruang angkasa terlihat dari bendera Amerika Serikat yang dikibarkan di bulan.

Setelah bertahun-tahun berada di bulan, bendera tersebut berubah warna menjadi putih.

Ketahui Cara Memakai Tabir Surya yang Benar

Nah, agar tabir surya bekerja dengan baik melindungi kulit kita dari paparan sinar matahari dan sinar ultraviolet, maka kita juga harus menggunakannya dengan benar.

Caranya adalah mengoleskan tabir surya dengan merata ke seluruh bagian tubuh, terutama yang tidak tertutup oleh baju, misalnya lengan, kaki, maupun leher.

Gunakan tabir surya di rumah, sebelum kita melakukan perjalanan.

Setelah memakai tabir surya, kita juga sebaiknya tidak langsung keluar rumah atau berada di bawah sinar matahari.

Tunggu kira-kira 15 menit agar tabir surya menyerap sempurna ke dalam kulit sehingga memberikan perlindungan yang kita butuhkan dari sinar matahari. (*)

Artikel ini telah tayang di bobo.grid.id dengan judul : Berada Lebih Dekat dengan Matahari, Apakah Astronaut Perlu Menggunakan Tabir Surya?

Sumber: Kidnesia
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved