Breaking News:

Virus Corona di Belitung

Vaksin Belum Ada, Penanganan Pasien Covid-19 di Belitung Gunakan Obat Seadanya

Petugas medis lebih memberikan obat anti flu dan lainnya, sedangkan vaksin atau obat untuk penanganan covid-19 hingga kini belum ada.

Mirror.co.id
Ilustrasi, seorang perawat melayani pasien terinfeksi virus corona 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Direktur RSUD H Marsidi Judono Kabupaten Belitung dr Hendra mengatakan, untuk ketersediaan obat-obatan penangan covid-19, sekarang ini masih cukup memadai.

Terutama obat untuk kategori supertin, terbilang masih cukup lengkap. Seperti obat antibiotik untuk pernafasan, dengan kategori ringan, hingga kategori berat.

Sehingga petugas medis lebih memberikan obat anti flu. Sedangkan vaksin atau obat untuk penanganan covid-19 hingga kini belum ada.

"Karena obat nya belum ada, jadi kami berikan obat-obatan seperti itu kepada pasien. Kalau untuk obat-obatan sampai sekarang ketersediaan masih ada, dan melihat kondisi pasien sekarang masih cukup," ungkap Hendra kepada Pos Belitung, selasa (7/4).

Untuk penangan pasien covid-19 juga, kata Hendra, mereka memberikan vitamin C dengan dosis tinggi, agar stamina dan daya tahan tubuh pasien tetap terjaga.

Namun untuk jenis obat lainnya, belum gunakan, lantaran kondisi pasien masih kategori ringan.

"Ya sementara supertin saja, karena masih kategori ringan. Ya paling kalau demam kami berikan antibiotik anti demam nya, tentu nya harus ditambah dengan vitamin c," ucapnya.

* Atur Pola Kerja

Sementara itu, untuk pola kerja di RSUD H Marsidi Judono Belitung sekarang ini sudah di atur.

Satu orang perawat, masuk ke ruang isolasi hanya diberikan waktu 4 jam.

Apabila sudah menjalankan tugas tersebut, maka akan dilakukan pergantian.

"Jadi setelah 4 jam, dia akan keluar dari ruangan itu, dan bertugas ditempat lain. Jadi selama 4 jam itu, harus betul-betul mengunakan APD yang full, karena tidak boleh ada ruang sedikit pun, untuk celah masuk," jelasnya.

Sekarang ini, untuk jumlah petugas medis yang bertugas diruangan isolasi tersebut ada 22 orang perawat, dokter umum ada 15 orang, dan satu orang dokter khusus untuk penyakit dalam.

"Untuk dokter paruh nya, sebulan sekali. Tapi untuk sementara ini, melihat kondisi pasien yang ada, SDM kami masih memadai dan masih bisa di atasi, namun untuk kedepan kami belum ketahui, masih harus melihat kondisi yang ada juga," pungkasnya. (tas)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Hendra
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved