Berita Belitung

Layanan Pendaftaran Nikah Ditutup Sementara, Ini Saran Kasi Bimas Islam Kemeng Belitung

Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kabupaten Belitung Ahmad Tibroni mengatakan layanan pendaftaran menikah ditutup sementara per 1 April lalu.

Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Belitung Ahmad Tibroni 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG--Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kabupaten Belitung Ahmad Tibroni mengatakan layanan pendaftaran menikah ditutup sementara per 1 April 2020 lalu.

Kebijakan ini berdasarkan surat edaran (SE) Menteri Agama nomor P-003/DJ.III/Hk.00.7/04/2020 tentang pelaksanaan protokol penanganan Covid-19 pada area publik di lingkungan Dirjen Bimas Islam.

"Pelayanan akad nikah hanya dilakukan bagi yang sudah mendaftar sebelumnya pada Maret lalu," kata Ahmad Tibroni saat ditemui Posbelitung.co, Senin (13/4/2020).

Sebelumnya calon pengantin (catin) bisa mendaftar melalui website Kementerian Agama melalui SIMKAH (sistem informasi nikah).

Namun layanan tersebut juga ditutup sementara per 1 April 2020, sehingga pihaknya tak bisa mengeluarkan register bagi calon pengantin.

Selama April ini, berdasarkan data yang telah mendaftar Maret lalu, memang tak banyak pasangan yang akan melaksanakan akad nikah. Se-Kabupaten Belitung, kata dia, ada sekitar 15 pasangan.

"Jumlahnya tidak banyak, karena sudah kami informasikan, lebih baik menunda. Alhamdulillah sebagian besar masyarakat sudah mengerti pandemi seperti ini," sebut Ahmad Tibroni.

"Kalau pelayanan nikah kami serahkan ke mempelai atau orang tua, bisa di KUA ataupun di rumah, tapi kami minta di ruang terbuka. Kalau di KUA tetap di ruang terbuka dan terbatas maksimal 10 orang. Tapi informasi di KUA sudah tidak ada lagi (yang menikah) karena sudah disosialisasikan surat edaran itu," jelasnya.

Padahal kalau tahun-tahun sebelumnya, menjelang Ramadan sekitar Rajab dan Sya'ban, lebih dari 100 pasangan yang menikah. Terutama di Kecamatan Tanjungpandan, Sijuk, dan Badau yang paling banyak.

Ia menjelaskan, dalam kondisi saat ini pihaknya memang menyarankan agar menunda pelaksanaan nikah.

"Karena Insya Allah kalau badai itu pasti berlalu, yang namanya ujian pasti ada batasnya, yah kita sama-sama berdoa semoga badai ini segera berlalu," harap Ahmad.
(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved