Breaking News:

Berita Belitung

BPN Belitung Terapkan Program Pembuatan Sertifikat Secara Online

Hal ini, kata Sarman Sagala, sebagai upaya mendukung program Pemerintah Daerah dalam memutus rantai penyebaran covid-19 di Pulau Belitung.

Editor: Dedi Qurniawan
posbelitung.co / Ferdi Aditiawan
Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Belitung 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Belitung menerapkan program pembuatan sertifikat tanah secara online.

Perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Belitung Sarman Sagala mengatakan penerapan program tersebut diberlakukan sejak Rabu (1/4/2020) yang lalu sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Hal ini, kata Sarman Sagala, sebagai upaya mendukung program Pemerintah Daerah dalam memutus rantai penyebaran covid-19 di Pulau Belitung.

Sekaligus mengurangi bertatap muka secara langsung guna menjaga kesehatan para karyawan serta mencegah penyebaran virus corona di ruang lingkup kerja BPN Kabupaten Belitung.

"Akan tetapi apabila ada situasi yang urgent dan penting yang harus diselesaikan. Masih boleh dianjurkan datang langsung ke kantor," kata Sarman Sagala kepada posbelitung.co, Kamis (16/4/2020).

Tak hanya itu, ia mengakui, semenjak pandemi virus corona (covid-19) di Pulau Belitung terpantau pemohon pembuatan sertifikat tanah sedikit mengalami penurunan walaupun tidak signifikan.

Dikarenakan masyarakat kemungkinan takut keluar, serta lebih banyak beraktivitas di rumah sesuai dengan anjuran dari Pemerintah Daerah.

"Sebenarnya masih normal, tapi tidak sebanyak sebelum adanya pandemi covid-19," ujar Sarman Sagala.

Ia menambahkan apabila masyarakat (pemohon) ingin membuat sertifikat tanah secara online cukup membuka situs website BPN, melalui ready loket, ataupun sentuh tanahku.

Setelah itu lakukan pembayaran ke bank, kemudian mengirim foto antriam via Wa ke bagian loket atau karyawan BPN yang nantinya akan di proses.

"Syaratnya saya kurang tau pasti karena banyak bidang pelayanan. Namun salah satunya cukup foto copy KTP, KK, surat-surat tanah, dan akta jual beli tanah dari PPAT," tutur Sarman Sagala.

Lebih lanjut pihaknya menargetkan sebanyak 5000 sertifikat tanah per-tahun.

"Tapi kembali lagi tergantung masyarakat mau mendaftarkan atau tidak tanah yang dimiliki," pungkas Sarman Sagala. (posbelitung.co / Ferdi Aditiawan)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved