Disorot Punya Utang Jatuh Tempo Tahun Ini, Manajemen TINS Ungkap Strategi Kelola Utang Mereka

TINS juga disorot lantaran memiliki utang yang akan jatuh tempo tahun ini. Total jumlahnya cukup jumbo, yakni mencapai Rp 8,79 triliun.

Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Wisatawan saat mengunjungi stand PT Timah saat Belitung Expo di Pantai Wisata Tanjung Pendam, Jumat (5/7/2019). 

POSBELITUNG.CO-- PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan kinerja yang kurang cemerlang di tahun lalu. Emiten plat merah ini mencetak rugi bersih sebesar Rp 611,28 miliar sepanjang 2019.

Tak hanya itu, TINS juga disorot lantaran memiliki utang yang akan jatuh tempo tahun ini. Total jumlahnya cukup jumbo, yakni mencapai Rp 8,79 triliun. Namun, manajemen TINS mengklaim bahwa utang jatuh tempo tersebut masih terkendali.

Sekretaris Perusahaan PT Timah Abdullah Umar menyebut, utang dari perbankan itu digunakan sebagai biaya ekspansi dan operasional. Oleh sebab itu, pihaknya melakukan pengelolaan fasilitas utang dengan mempertimbangkan rencana kerja dan posisi cash flow agar tetap terjaga di level yang aman.

Abdullah bilang, posisi utang jangka pendek sebesar Rp 8,79 triliun di laporan 2019 itu kini sudah berkurang. Ia menerangkan, dalam periode kuartal I ini, TINS telah mengurangi beban utang lebih dari Rp 2 triliun.

"Kita sudah berhasil menurunkan utang bank saat ini menjadi sekitar Rp 6,5 triliun. Perusahaan tetap komitmen memenuhi semua tanggung jawab sehingga bank kreditur tetap memberikan kepercayaan," ungkap Abdullah kepada Kontan.co.id, Kamis (16/4).

Menurutnya, pengurangan tersebut dapat dilakukan karena TINS telah berupaya menjaga cashflow agar tetap positif dengan pengaturan produksi dan penjualan, efisiensi biaya operasional serta efisiensi di beberapa lini bisnis.

Sementara untuk sisa utang jangka pendek yang sekitar Rp 6,5 triliun tersebut, Abdullah menyebut bahwa pembayarannya akan mencermati kondisi cash flow yang TINS miliki.

Namun, bukan tak mungkin tempo pembayarannya akan diperpanjang sesuai tenggat periodenya, bahkan bisa saja TINS akan kembali menarik fasilitas utang yang masih bisa terpakai.

"Targetnya kita kurangi utang supaya beban bunganya turun. Begitu cash flow kiat positif, kita lunasi. Kita butuh, kita bisa ambil lagi, yang penting adalah pengelolaannya," ujar Abdullah.

Membidik laba

Halaman
12
Editor: khamelia
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved