Virus Corona di Belitung

Ini Alasan Gugus Tugas Covid-19 Belitung Tidak Sebut Nama Pasien Terinfeksi Virus Corona

Nama atau identitas Covid-19 di Kabupaten Belitung, kini sering dicari oleh masyarakat.

Istimewa
Petugas medis ketika menangani pasien berstatus PDP di Belitung yang meninggal dunia. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG-- Nama atau identitas Covid-19 di Kabupaten Belitung, kini sering dicari oleh masyarakat.

Itu untuk mengetahui siapa orang tersebut dan alamat dari pasien yang terjangkit virus corona alias Covid-19 tersebut.

Direktur RSUD H Marsidi Judono Kabupaten Belitung dr Hendra, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung H MZ Hendra Caya angkat bicara terkait nama dan alamat pasien harus dipublikasikan, agar warga bisa mengetahui secara mudah.

"Itu tidak boleh, karena kode etik tidak boleh membuka identitas pasien. Kalau dia pribadi yang mengakui, tidak masalah, seperti pasien nomor 440 menulis pengakuannya di media sosial, itu lebih bagus. Yang seperti itu seharusnya," tegas dr Hendra didampingi H MZ Hendra Caya kepada posbelitung.co, Jumat (17/4/2020).

Tidak sedikit orang bertanya kepada dr Hendra dan H MZ Hendra Caya terkait indentitas pasien. Namun mereka tidak bisa memberikan informasi tersebut, lantaran sudah di atur dalam kode etik.

"Jadi yang pertama kami ada kode etik, dan itu memang tidak boleh mengumumkan siapa orang nya. Kedua kami gugus tugas punya tim survailand, jadi dari pasien ini akan kami trancking siapa saja yang ketemu dengan dia, kami akan mengecek secara keseluruhan dan nanti ada petugasnya," ucapnya.

Petugas medis ketika menangani pasien berstatus PDP yang meninggal dunia.
Petugas medis ketika menangani pasien berstatus PDP yang meninggal dunia. (ist/ Gugus Covid-19 Belitung)

Menurutnya, ada petugas yang bertugas untuk mencari siapa orang-orang yang kontak dengan pasien positif covid-19. Sehingga terhadap pencegahan penyebaran covid-19 ini, tidak dibiarkan.

"Jadi bukan hanya setelah mengetahui kami biarkan, tapi bergerak melakukan tracking. Ya kalau kami umumkan misalkan nama nya, malah orang yang kami tracking ini malah lari dan tidak mau nanti diperiksa, jadi lebih kepada kode etik," jelas Hendra.

Ini pula, lanjut mereka, lebih kepada untuk memudahkan petugas untuk melakukan tracking dari cluster pasien positif covid-19. Tracking itu, petugas mendatangi satu persatu orang yang pernah kontak dengan pasien.

"Kemudian kami juga menjaga secara psikologis mereka, bahwa orang yang terjangkit covid-19 itu bukan aib, itu yang harus dipahami, ya dia korban. Karena kalau kondisi psikologis nya bagus, maka bagus untuk penyembuhan nya. Jadi tolong diubah paradigma nya, jadi orang yang terkena covid-19 ini harus di dukung, dibantu agar cepat sembuh," imbau Hendra. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved