Breaking News:

Ada 5.000 Kematian Dalam Semalam, Kota Ini Dijuluki Kota Mayat, Ini Deretan Foto-fotonya

Jika mereka ke klinik swasta, mereka harus membayar dan tidak semua orang punya uang," katanya.

Penulis: tidakada007 | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Getty Images/BBC.com
Jenazah yang dibiarkan tergeletak di pinggir jalan di Guayaquil, kota terbesar di Ekuador. 

POSBELITUNG.CO -- Malam menjadi sangat mencekam di negara ini.

Adapun dalam semalam, dilaporkan terdapat 5000 warga yang meninggal dunia.

"Kami sudah melihat orang meninggal di mobil, di ambulans, di rumahnya, di jalanan," kata Katty Mejía, seorang pekerja di rumah duka di Guayaquil, ibu kota negara bagian dan kota terbesar di Ekuador.

"Salah satu alasan mereka tidak dirawat di rumah sakit karena alasan kekurangan tempat tidur.

Jika mereka ke klinik swasta, mereka harus membayar dan tidak semua orang punya uang," katanya.

Israel Dinobatkan Sebagai Negara Paling Aman saat Pandemi Covid-19, Ini Hasil Surveinya

Dalam masa pandemi virus corona ini di kota dengan populasi 2,5 juta penduduk itu, rumah duka kewalahan

Sebagian harus tutup sementara karena pekerjanya ketakutan terjangkit virus.

Di kawasan Guayas, negara bagian paling terdampak pandemi Covid-19 di Ekuador.

Ketika angka resmi mengenai korban wabah dicek silang dan dicermati, fakta yang mencul sungguh mencengangkan.

Setidaknya 6.700 orang meninggal dunia di dua minggu pertama April.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved