Breaking News:

Berita Belitung

Express Bahari Tangjungpandan-Pangkalbalam Belum Beroperasi, Banyak yang ke Bangka Pakai Kapal Ikan

"Yang Palembang - Mentok sudah jalan. Kalau Belitung - Pangkalpinang belum tahu kapan, kami masih ingin ajukan surat....," ujarnya

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Dedi Qurniawan
Istimewa Dokumen KSOP Tanjungpandan
Aktivitas kapal Express Bahari di Pelabuhan Tanjungpandan 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kapal cepat Express Bahari PT Sakti Inti Makmur (SIM) Cabang Belitung, hingga saat ini belum melakukan aktivitas pelayaran Pangkalpinang-Belitung atau sebaliknya.

Padahal untuk rencana keberangkatan sudah dilakukan kesepakatan dengan Pemerintah Kabupaten Belitung yaitu Senin dan Jumat.

Awalnya pelayaran Express Bahari sebanyak empat kali dalam sepekan.

Namun lantaran muncul kasus covid-19, sehingga menjadi dua kali dalam satu minggu.

"Ya setelah dari rapat kemarin (rapat di Pemda) tidak beroperasi, sampai sekarang belum bisa beroperasional, dan kemarin Jumat sempat beroperasi, tapi belum diterima di Pelabuhan Pangkalbalam," ungkap Kepala PT SIM Cabang Belitung Ivan Febrianto kepada posbelitung.co, senin (20/4/2020).

Pelabuhan Pangkalbalam belum memberikan Kapal Express Bahari, lantaran masih mengikuti iimbauan dari Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Yang Palembang - Mentok sudah jalan. Kalau Belitung - Pangkalpinang belum tahu kapan, kami masih ingin ajukan surat, seharusnya ini di dalam provinsi, tidak jadi persoalan," ujarnya.

Untuk transportasi ke Pangkalpinang dari Belitung, saat ini hanya ada transportasi udara yaitu pesawat Nam Air.

Saat ini, apabila masyarakat ingin ke Pangkalpinang dari Belitung, informasinya menggunakan kapal ikan.

"Jadi kami banyak dapat informasi, ya orang - orang pakai kapal ikan sekarang ke Bangka, nah sekarang faktor safetynya di mana dan kami tidak pernah diundang duduk bersama untuk membahas ini di provinsi. Kami hanya di ajak di Pemda Belitung," ucapnya.

PT SIM, sekarang ini sedang menyiapkan surat untuk mengusul operasional kembali dari Pelabuhan Tanjungpandan ke Pangkalbalam dengan jadwal Senin dan Jumat.

Surat ditujukan kepada Gubernur Provinsi Bangka Belitung.

Ivan mengatakan, sekarang ini tidak sedikit orang yang bertanya terkait aktivitas kapal cepat Express Bahari.

Namum apabila penumpang tersebut hanya 30 orang, baik itu berangkat dan pulang dari Pangkalpinang, maka akan dijadikan satu kali keberangkatan dalam satu kurun waktu satu pekan.

"Karena kami memikirkan operasional juga. Ya seharus nya memang kalau pelabuhan tidak boleh ditutup, karena itu aset nasional, dan paling nanti pengaturan penumpang sama seperti pesawat," jelasnya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved