Breaking News:

Virus Corona di Belitung

IDI Belitung Timur Bantah Kabar Hoaks yang Menyudutkan Petugas Medis RSUD Beltim

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Belitung Timur dr Rudy Gunawan, SpAn menyayangkan adanya berita bohong alias hoax yang beredar di media sosial

posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Dari kanan ke kiri : Dokter spesialis anestesi dr Rudy Gunawan, SpAn, spesialis bedah dr Hotma Banjarnahor, SpB, FINACS, FICS, spesialis THT dr Adrian, Sp.THT-KL, dan spesialis patologi klinik dr Raja Iqbal, SpPK. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Belitung Timur dr Rudy Gunawan, SpAn menyayangkan adanya berita bohong alias hoax yang beredar di media sosial beberapa waktu lalu.

dr Rudy membantah kabar yang menyebutkan RSUD Beltim tak memiliki dokter spesialis THT dan yang mengambil sampel swab bagi pasien diduga corona tak kompeten di bidangnya.

"Kami mempunyai dokter spesialis THT. Sudah lama. Kemudian tidak benar yang mengambil sampel swabnya adalah perawat. Kami mempunyai dokter spesialis Patologi Klinik yang kompeten dalam mengambil sampel swab," tegas dr Rudy kepada posbelitung.co, Senin (20/4/2020).

Mengenai fasilitas kesehatan pihaknya bersama RSUD Beltim dan pemerintah daerah sudah menyiapkan ruang isolasi serepresentatif mungkin supaya performa melayani pasien bisa maksimal.

Alat-alat seperti ventilator, APD, dan alat penting lainnya sudah disiapkan walaupun terbatas.

Sementara itu dokter spesialis Patologi Klinik dr Raja Iqbal, SpPK juga menjelaskan mengenai spesimen yang diambil dari pasien tidak boleh diperlakukan sembarangan.

Pengiriman spesimen ke Jakarta juga memerlukan proses yang panjang dan perlakuan khusus.

"Setelah diambil sampelnya dan ditaruh di VTM, lalu dikemas sedemikian rupa memakai box khusus. Dalam semua prosesnya harus divideokan sampai ke pilot yang menerbangkan sampel juga harus mengetahuinya. Kalau tidak ada bukti pengepakan pilot tidak mau membawa sampelnya," jelas dr Iqbal.

Ia juga menjelaskan pengiriman swab hanya bisa dilakukan pada Senin dan Jumat.

Maka dari itu pengambilan sampel kepada pasien hanya dilakukan sehari sebelum sampel tersebut dikirimkan untuk menjaga agar sampel tersebut tak rusak.

dr Rudy menegaskan tak akan mentolerir kabar hoax seperti ini lagi. Ia akan berkoordinasi dengan Polres Beltim supaya menindaknya agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

"Kami minta kepada masyarakat agar jangan asal tulis kabar atau informasi yang membuat keresahan publik. Jika ingin menulisnya harus dikonfirmasi dulu ke pihak terkait supaya tidak menjadi kabar bohong," tekan dr Rudy.

(Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved