Breaking News:

Virus Corona

Ini Penjelasan Ahli Medis Mengapa Dua Pasien Covid-19 Sembuh Akhirnya Tak Lama Meninggal

Dua pasien Covid-19 sudah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan keluar dari rumah sakit, tak lama akhirnya meninggal dunia.

Editor: nurhayati
Tribunjababar.id/M Nandri Prilatama
Ilustrasi pemakaman jenazah pasien Covid-19 

POSBELITUNG.CO--Pasien yang terinfeksi virus corona saat ini semakin bertambah. Untuk itu pemerintah Indonesia terutama di Jakarta sudah menerapkan  Pembatasan Sosial Berskala Besar, peraturan yang diterbitkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Di Indonesia sendiri jumlah kasus orang yang terinfeksi virus corona hingga Senin (20/4/2020) sebanyak 6.760 yang dirawat 5.423 dengan jumlah pasien yang meninggal sebanyak 590 dan yang sembuh sebanyak 747. 

Diantara dua pasien  Covid-19 sudah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan keluar dari rumah sakit, tak lama akhirnya meninggal dunia.

Mantan Menkes RI Tolak Antivirus Covid-19 Buatan Bill Gates yang Diklaim Sembuhkan Pasien Corona

Satu pasien yang meninggal tersebut merupakan pasien berusia 41 tahun yang dipulangkan dari sebuah rumah sakit di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Yang bersangkutan dipulangkan dari Rumah Sakit pada Jumat (17/4/2020) pukul 11.00 WIB, tidak begitu lama, pasien tersebut meninggal pada pukul 23.00 WIB.

Dia hanya bertahan 12 jam sejak dipulangkan dari rumah sakit. Sedangkan satu pasien lainnya adalah pasien yang dirawat di daerah Lumajang, Jawa Timur. 

Lantas kenapa mereka yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 tiba-tiba meninggal dunia?

IDI Belitung Timur Bantah Kabar Hoaks yang Menyudutkan Petugas Medis RSUD Beltim

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Prof Dr David S Perdanakusuma menjelaskan bisa jadi selain persoalan corona, pasien yang bersangkutan juga mempunyai kondisi lain atau penyakit lain yang menyertai.

"Jadi ketika hasil tesnya negatif maka perlu disertai evaluasi klinis secara menyeluruh (untuk memastikan tidak ada penyakit kronis lainnya selain Covid-19)," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Minggu (19/4/2020).

Prof David menambahkan, virus SARS-CoV-2 yang ada di pasien yang bersangkutan mungkin sudah hilang atau tidak ada, namun bukan berarti kerusakan yang ditimbulkan juga sudah membaik.

Halaman
123
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved