Breaking News:

Berita Belitung

Kejadian Pengrusakan Perahu Nelayan di Pulau Serutu Berakhir Damai

Kejadian pengrusakan dua perahu nelayan Belitung dan Belitung Timur yang terjadi di perairan laut Pulau Serutu

Penulis: Dede Suhendar | Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Dede Suhendar
Rombongan nelayan mendatangi Mapolair Polres Belitung pasca kejadian pengrusakan kapal di perairan laut Pulau Serutu, Kalimantan Barat, Senin (20/4/2020). 

POSBELITUNG.CO,BELITUNG--Kejadian pengrusakan dua perahu nelayan Belitung dan Belitung Timur yang terjadi di perairan laut Pulau Serutu, Provinsi Kalimantan Barat berakhir damai pasca dimediasi Satpolair Polres Belitung, Senin (20/4/2020).

Terdapat dua kesepakatan antar korban dan perwakilan masyarakat Pulau Serutu pasca dipertemukan di kantor Satpolair antara pihak korban dan perwakilan masyarakat setempat yang dituakan.

"Hasil kesepalatannya ada dua poin, pertama kerusakan ditanggung pihak dari Pulau Serutu. Terus kedua terkait aturan tidak boleh mancing di Pulau Serutu dengan jarak dua mil tetap diterapkan tanpa pilih kasih," ungkap Kasatpolair Polres Belitung AKP Iman Teguh Prasetyo kepada Posbelitung.co.

Ia menjelaskan kejadian pengrusakan tersebut terjadi pada Sabtu (18/4/2020) malam.

Berawal saat rombongan perahu nelayan dari Belitung dan Belitung Timur mancing cumi-cumi sekitar satu mil dari Pulau Serutu.

Ternyata di pulau setempat terdapat aturan yang telah disepakati masyarakat bersama kepala dusun, jarak dua mil tidak boleh ada aktifitas memancing.

Karena korban melakukan aktifitas memancing di area terlarang, maka warga setempat melakukan aktifitas anarkis dengan merusak dua perahu nelayan.

"Yang rusak ada dua kapal, kerusakannya lampu dengan kaca pecah dan ada juga hasil tangkapan cumi dua kilo dibuang. Kerugian materiil itu sekitar Rp 5 jutaan, kalau luka akibat lompat dari kapal," kata Iman.

Iman menegaskan jajaran Satpolair Polres Belitung hanya melakukan mediasi antar kedua belah pihak.

Jika terdapat salah satu pihak yang tidak berkenan maka bisa melakukan tindakan hukum ke wilayah Kalimantan Barat sesuai lokus kejadian.

Sosialisasikan Aturan Adat

Kasatpolair Polres Belitung AKP Iman Teguh Prasetyo mengakui bahwa setiap daerah memiliki aturan adat tersendiri demi menjaga ekosistem perairan laut mereka.

Bahkan aturan tersebut telah disepakati seluruh warga bersama tetua adat setempat.

Oleh sebab itu, Iman mengimbau agar aturan itu disosialisasikan kepada masyarakat luar sehingga tidak terjadi kesalahpahaman.

"Kayak aturan di Pulau Serutu ini harus lebih disosialisasikan agar masyarakat luar juga tahu dan paham dengan aturan itu. Jadi kejadian seperti ini tidak terulang lagi," tegas Imam. (Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved