Breaking News:

Ramadan 2020

Kemenag Belitung Ajak Ormas Islam Sosialisasikan Cara Ibadah Ramadan di Tengah Virus Corona

mengajak masyarakat umat Islam guna melaksanakan shalat tarawih dan tadarus Al-Qur'an. Bersama keluarga di rumah masing masing

Editor: Hendra
Posbelitung.co / Ferdi Aditiawan
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Belitung Masdar Nawawi 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Belitung Masdar Nawawi mengajak seluruh Organisasi Masyarakat Islam (Ormas Islam), tak terkecuali organisasi wanita islam untu bersinergi dan bekerjasama mensosialisasikan, serta melaksanakan panduan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di tengah wabah pandemi covid-19.

Hal ini, kata Masdar Nawawi, dalam rangka menindaklanjuti surat edaran Menteri Agama nomor 6 Tahun 2020.

Masdar Nawawi mengatakan adapun salah satu hal penting untuk dijadikan komitmen bersama adalah mengajak masyarakat umat Islam guna melaksanakan shalat tarawih dan tadarus Al-Qur'an. Bersama keluarga di rumah masing masing selama bulan ramadhan 1441 H tahun 2020.

"Tujuannya agar memutus rantai penyebaran covid -19 yang sedang kita hadapi sekarang ini," kata Masdar Nawawi kepada posbelitung.co, Selasa (21/4/2020).

Dia menekankan demi menjaga keselamatan dan kemaslahatan ummat, hindarilah perbedaan pendapat yang akan membuat masyarakat umat Islam dalam kebingungan.

Tak hanya itu, dirinya juga mengajak seluruh lapisan masyarakat agar bersama-sama membuka diri. Dengan artian sedikit mengalah demi kepentingan dan kemaslahatan umum.

Melihat keadaan Belitung saat ini sudah ada tiga pasien yang dinyatakan positif terjangkit virus corona (covid-19).

Dikatakan Masdar Nawawi dalam kaedah usul fiqh ada yang disebut dengan Saddu Dzara'i (Sadd Az- Dzari'ah) yaitu suatu usaha untuk mencegah perbuatan agar tidak sampai menimbulkan mafsadah (kerusakan, keburukan, bahaya).

Dengan menetapkan larangan atas suatu perbuatan tertentu yang pada dasarnya (awal) diperbolehkan.

"Dikarenakan ada suatu ancaman, maka walaupaun tadinya dianjurkan. Tetapi karena ada ancaman atau kekhawatiran terjadinya keburukan (bahaya). Maka hal tersebut dapat ditetapkan larangan," jelas Masdar Nawawi.

Disamping itu, lanjutnya, ada juga salah satu kaedah ushul Fiqh yang menjelaskan bahwa "menolak Mafsadat didahulukan dari pada mendatangkan manfaat atau maslahat"(dar'u- al mafaasid muqaddam 'alaa jalbil al mashaalih)".

Dari kaedah ini disebutkan salah satunya yang menjadi dasar surat edaran Menteri Agama Nomor 6 tahun 2020 berkenaan dengan himbauan.

Guna melaksanakan Shalat Sunnah Tarawih dan Tadarus Al Qur'an di rumah masing masing bersama keluarga selama bulan Ramadhan tahun ini.

"Karena dengan Shalat Sunnah Tarawih dan Tadarusan Al Qur'an secara bersama dan berjemaah di masjid atau mushalla. Akan sangat mungkin mendatangkan ke mudharatan (bahaya) penyebaran, serta penularan covid -19," pungkas Masdar Nawawi.

(posbelitung.co / Ferdi Aditiawan)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved