Rupiah Melemah Lagi, Terdorong Sentimen Harga Minyak

Industri minyak melibatkan banyak stakeholder termasuk perusahaan keuangan sehingga bila industri terpuruk bisa terasa ke perekonomian.

Tribunnews/JEPRIMA
Petugas jasa penukaran uang asing saat menghitung pecahan Rp 100.000 di PT Ayu Masagung, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS melemah dan menyentuh Rp 13.761 per Dolar AS. Tribunnews/Jeprima 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada awal perdagangan di pasar spot Rabu (22/4/2020) kembali melemah.

Mengutip data Bloomberg pukul 09.16 WIB, rupiah berada pada level Rp 15.538 per dollar AS atau melemah 71 poin (0,46 persen) dibandingkan penutupan Rabu pada level Rp 15.468 per dollar AS.

Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan sentimen harga minyak akan terus menekan pergerakan rupiah dan jika sentiment harga minya bertahan negatif cukup lama, maka rupiah akan terus tertekan.

"Bila sentimen negatif ini bertahan, Rupiah bisa kembali tertekan," ungkap Ariston.

Harga minyak mentah yang kemarin turun memberikan sentimen negatif ke pelaku pasar. Industri minyak melibatkan banyak stakeholder termasuk perusahaan keuangan sehingga bila industri terpuruk, dampak negatif ke bisa terasa ke perekonomian.

Selain itu, turunnya harga minyak memberi sinyal ekonomi global masih tertekan yang menurunkan permintaan minyak sebagai sumber energi. Ariston memproyeksikan rupiah hari ini akan berada pada kisaran level Rp 15.600 per dollar AS sampai dengan Rp 15.400 per dollar AS. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Terdorong Sentimen Harga Minyak, Rupiah Melemah Lagi"

Editor: tedja pramana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved