Ramadan 2020

Menggosok Gigi Bisa Membatalkan Puasa, Wudhu Saja Hati-hati, Ini Penjelasan Ustaz Kurnia

Hukum berkumur-kumur berubah menjadi makruh yang bisa berpotensi menuju keharaman karena sangat berpotensi membatalkan puasa

(Istimewa/doc. Ustad Kurnia)
Ustad H Muhammad Kurnia, Lc., MA, Ketua Alumni Al Azhar Mesir, Bangka Belitung sekaligus Penceramah dan Dosen 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Melaksanakan ibadah puasa merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim.

Saat menjalani ibadah puasa, selain harus beribadah, setiap muslim juga diharuskan menahan emosi.

Selain itu, pada saat berpuasa banyak umat muslim yang enggan sikat gigi dan berkumur di siang hari karena dianggap akan membatalkan puasa.

Ketua Alumni Al Azhar Mesir, Bangka Belitung sekaligus Penceramah dan Dosen, Ustaz H Muhammad Kurnia, Lc., MA, mengatakan saat kita berwudhu di luar keadaan puasa, berkumur-kumur (madhmadhoh) dan memasukkan air ke hidung (istinsyaq) hukumnya sunnah sebagaimana dinukil dari pendapat Imam Syafi'i.

Namun, keadaan ini berbeda ketika kita berpuasa.

Dia mengatakan, hukum berkumur-kumur berubah menjadi makruh yang bisa berpotensi menuju keharaman karena sangat berpotensi membatalkan puasa.

"Begitulah ulama terdahulu sangat hati-hati berhukum sehingga dengan adanya potensi sekecil apapun segera dihindari agar selamat," ungkapnya kepada bangkapos, Sabtu (25/4/2020).

Dijelaskannya, pada saat berkumur-kumur jika ada setetes saja air tertinggal di dalam mulut lalu kemudian masuk ke ujung tenggorokan atau tertelan maka hal ini telah menyebabkan batalnya puasa.

Sama halnya dengan menggosok gigi, ada ulama yang menghukumi dengan makruh dan ada pula menghukumi dengan mubah dengan catatan sebelum tergelincir mata hari atau masuk waktu dzuhur.

"Namun kembali lagi pada diri kita masing-masing yang harus dengan teliti dan hati-hati dalam melakukannya karena berpotensi membatalkan puasa jikalau ada air yang tertelan," ujarnya.

Dia menyarankan sebaiknya mengosok gigi ketika siang hari lebih baik ditinggalkan saja, karena sekalipun aroma mulut orang yang berpuasa dirasa kurang nyaman.

"Bau mulut itu hanya berlaku di dunia saja, di akhirat kelak mulut orang berpuasa akan menjadi aroma kasturi yang boleh jadi bersaksi atas ibadah puasa seorang hamba untuk Rabb-nya," tuturnya.

"Jika ingin menggosok gigi, maka sebaiknya silahkan dilakukan setelah sahur sebelum kumandang adzan pertanda masuknya waktu subuh," kata ustaz Kurnia.

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

Editor: Hendra
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved