Ramadan 2020

Tes Swab Tidak Membatalkan Puasa, Ini Penjelasan Ustaz Yuda

Bila sampai ke otak maka akan membatalkan atau yang ada di belakang kerongkongan yang menyambung ke dalam perut atau usus

IST/Ustaz Yuda
Ustaz Yuda Abdurahman 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tes swab menggunakan metode PCR dilakukan dengan mengambil swab dari hidung dan tenggorokan, artinya memasukan sesuatu ke dalam mulut dan hidung.

Bagaimanakah hukum orang yang menjalankan tes swab ketika berpuasa, apakah batal puasanya?

Ustaz Yuda Abdurahman menjelaskan mengenai hal tersebut kepada bangkapos.com, Sabtu (25/4/2020).

"Tes swab atau PCR hukumnya tidak membatalkan puasa, karena saat tes swab memasukan sesuatu ke dalam rongga hidung tetapi tidak sampai ke jauf dan dalam perut," ujar Ustaz Yuda.

Agar tidak bimbang, ia menyarankan untuk memahami makna Jauf, itu adalah huwa aldimagh.

Bila sampai ke otak maka akan membatalkan atau yang ada di belakang kerongkongan yang menyambung ke dalam perut atau usus.

Namun, ketika tes swab memasukan sesuatu tetapi tidak sampai usus maka tidak membatalkan.

"Berbeda dengan wudhu, tapi ustaz kenapa wudhu masuk ke hidung, batalkan puasa?. Karena airnya itu masuk ke perut, saat kita hirup maka air masuk ke hidung mengalir ke tenggorokan dan masuk ke perut maka itulah yang membatalkan puasa,"ujar Ustaz Yuda.

"Tetapi tes swab hanya mengusap-ngusap kemudian menarik lagi ke luar, InsyaAllah tidak batalkan puasa,"tuturnya.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Editor: Hendra
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved