Breaking News:

Obat Antivirus Eksperimen Remdesivir Gagal di Uji Klinis Acak Pertama untuk Mengobati Covid-19

Setelah 1 bulan, 13,9 persen pasien yang menggunakan remdesivir meninggal dibandingkan dengan 12,8 persen pada kelompok kontrol.

Penulis: tidakada007
Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
POOL/REUTERS
Satu ampul obat Ebola remdesivir ditunjukkan dalam konferensi pers di Rumah Sakit Universitas Eppendorf (UKE) di Hamburg, Jerman, 8 April 2020. Remdesivir kini sedang diuji coba untuk pengobatan Covid-19. 

POSBELITUNG.CO -- Obat antivirus eksperimental remdesivir gagal dalam uji klinis acak pertama untuk mengobati Covid-19.

Dilansir dari AFP, laporan yang diumumkan pada Kamis (23/4/2020) itu mengutip rancangan dokumen yang secara tidak sengaja diterbitkan oleh Badan Kesehatan Dunia ( WHO ).

Namun Gilead Sciences, perusahaan di balik remdesivir, mempermasalahkan bagaimana unggahan yang sekarang telah dihapus itu menandai hasil. Mereka mengatakan, data menunjukkan "potensi manfaat".

The Financial Times melaporkan bahwa para peneliti di China melakukan penelitian pada 237 pasien, memberikan obat itu ke 158 pasien dan membandingkan kemajuan mereka dengan kelompok kontrol yang berjumlah 79 pasien.

Setelah 1 bulan, 13,9 persen pasien yang menggunakan remdesivir meninggal dibandingkan dengan 12,8 persen pada kelompok kontrol.

Penelusuran Pasien Nol Covid-19 Terus Berlanjut: Beragam Teka-teki dan Segudang Spekulasi

Seorang juru bicara Gilead mengatakan kepada AFP, "Kami percaya unggahan itu termasuk karakterisasi studi yang tidak tepat".

Lebih lanjut ia mengatakan, studi dihentikan lebih awal karena rendahnya pendaftaran dan karena tidak bermakna secara statistik.

"Dengan demikian, hasil penelitian tidak dapat disimpulkan, meskipun tren dalam data menunjukkan manfaat potensial untuk remdesivir, terutama di antara pasien yang diobati pada awal penyakit," katanya.

AFP mengabarkan, studi ini belum berakhir dan ada beberapa uji coba skala besar dalam tahap lanjut yang akan segera memberi gambaran lebih jelas.

Remdesivir yang diberikan dari infus, adalah di antara obat-obatan pertama yang diperbincangkan sebagai obat Covid-19, dan karenanya memiliki harapan besar agar bisa digunakan.

Ini Alasan Dokter Galiatsatos Mengapa Menengkurapkan Pasien Covid-19 Bisa Bantu Selamatkan Nyawanya

Pekan lalu Stat melaporkan telah menunjukkan kemanjuran yang signifikan di rumah sakit Chicago, di mana uji coba dilakukan ke salah satu pasien rawat inap.

Lembaga Kesehatan Nasional AS juga melaporkan bahwa obat itu terbukti efektif dalam percobaan kecil pada monyet.

(*/ Aditya Jaya Iswara/kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Eksperimen Obat Covid-19 Remdesivir Gagal di Uji Klinis Acak Pertama"

Bila Kim Jong Un Meninggal, Inilah Urutan Kandidat Penggantinya di Korea Utara

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved