Apakah Tidurnya Orang Puasa Bernilai Ibadah? Begini Penjelasan dari Hadisnya

Pada prinsipnya, dalam ibadah, semuanya batal, sehingga ada dalil yang memerintahkannya.

Apakah Tidurnya Orang Puasa Bernilai Ibadah? Begini Penjelasan dari Hadisnya
NEVRI
Puluhan warga tidur di Masjid Raya Darussalam di hari pertama puasa Ramadan.

POSBELITUNG.CO -- Beredar di kalangan masyarakat awam bahwa tidurnya orang yang sedang menjalan ibadah puasa Ramadan dinilai sebagai ibadah.

Benarkah demikian adanya. Dikutip dari harakah.id, kebanyakan masyarakat masih menganggap bahwa dengan hanya tidur saja, seorang yang berpuasa di siang Ramadanseperti telah melaksanakan suatu ibadah.

Seperti diketahui ibadah sendiri artinya adalah bersikap patuh dengan benar-benar menundukkan hati terhadap apa-apa yang datang dari Rasulullah Saw berupa perbuatan menaati perintah atau menjauhi larangan. 

Pada prinsipnya, dalam ibadah, semuanya batal, sehingga ada dalil yang memerintahkannya.

Sembuh dari Covid-19, Budi Karya Hadiri Rapat Kabinet, Luhut Ternyata Masih Jabat Menhub Ad Interim

Oleh karenanya, apa dalil yang dapat dipahami untuk menunjukkantidurnya orang puasa adalah bagian dari ibadah? Dalam hal ini, ada sebuah hadis yang sering didengungkan pada saat Ramadandatang yaitu:

نَوْمُ الْصَّائِمِ عِبَادَةٌ وَصَمْتُهُ تَسْبِيْحٌ وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ وَذَنْبُهُ مَغْفُوْرٌ

“Tidurnya orang yang berpuasa itu ibadah, diamnya adalah tasbih, amalnya dilipatgandakan (pahalanya), doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni.”

Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi dalam kitabnya Syu’ab al-Iman, yang kemudian oleh Imam al-Suyuti dinukil ke dalam kitabnya al-Jami al-Shaghir dengan berkomentar dhaif  (lemah) untuk standar kualitas hadisnya.

Imam al-Baihaqi sendiri pun telah terlebih dahulu mengomentari hadis ini dengan kedhaifan salah satu rawi (periwayat) nya yaitu Ma’ruf bin Hisan, bahkan di dalam sanad (rantai periwayat) hadis ini terdapat nama Sulaiman bin Amr al-Nakha’i yang kualitasnya lebih dhaif dari pada Ma’ruf. 

Menurut Imam al-Iraqi salah seorang kritikus hadis seperti yang dinukilkan oleh Muhammad bin Ismail as-San’ani dalam kitabnya at-Tanwir Syarh al-Jami al-Shaghir beliau menyatakan bahwa Sulaiman bin Amr al Nakha’i merupakan salah seorang pendusta.

Halaman
12
Penulis: tidakada007
Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved