Breaking News:

Dokter Gemetaran saat Operasi, Media Jepang Sebut Kim Jong Un Koma, Calon Pengganti Lebih Kejam

Media-media asing juga ramai memberitakan rumor kematian pemimpin utama Korea Utara tersebut.

(KCTV/Daily Star)
Foto Kim Yo Jong, berdiri di samping kanan Kim Jong Un 

Kamis (23/4/2020), Presiden AS Donald Trump juga menampik kabar bahwa Kim sakit parah.

Dia mengatakan, "Saya pikir laporan itu salah."

Di sisi lain, Trump menolak mengatakan apakah dia telah berhubungan atau mendapat kabar dari pejabat berwenangKorea Utara.

Sehari berikutnya, Rabu, sebuah sumber di Korea Selatan mengatakan pihak intelijen melaporkan Kim masih hidup dan kemungkinan besar akan segera muncul di depan publik.

Seorang pejabat yang akrab dengan intelijen AS mengatakan Kim memang diketahui memiliki masalah kesehatan.

Namun, mereka tidak punya alasan untuk menyimpulkan bahwa dia sakit parah atau tidak mampu muncul kembali di depan umum.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam sebuah wawancara dengan Fox News juga tak bisa memastikannya.

"Saya tidak punya apa-apa yang bisa saya bagikan kepada Anda malam ini tetapi orang-orang Amerika harus tahu bahwa kami (pemerintah) memperhatikan situasi ini dengan sangat tajam," tandasnya.

Korea Utara adalah salah satu negara yang paling tertutup di dunia.

Kesehatan para pemimpinnya diperlakukan sebagai masalah keamanan negara.

Media resmi pemerintah Korut terakhir melaporkan keberadaan Kim ketika dia memimpin pertemuan pada 11 April 2020.

Selanjutnya tidak ada laporan bahwa Kim hadir dalam sebuah acara peringatan hari ulang tahun kakeknya, mendiang Kim Il Sung, pada 15 April.

Padahal acara itu merupakan peringatan yang penting diKorea Utara.

Spekulasi tentang kesehatan Kim Jong Un yang buruk dipicu oleh kebiasaan merokok yang berat, obesitas, dan penyakit jantung keturunan.

Dokter gemetaran

Majalah Shuken Gendai dari Jepang melaporkan pada Sabtu (25/4/2020) bahwa pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un berada dalam keadaan tidak sadar atau koma setelah menjalani operasi cardiac stent pada awal April lalu.

Sebuah sumber pejabat medis China mengabarkan bahwa Kim tiba-tiba mendapat serangan jantung dan jatuh tak sadarkan diri ketika tengah berada di dalam perjalanan di sebuah desa.

Dokter yang menemaninya bergegas membawa Kim ke rumah sakit terdekat dan memberikan tindakan CPR atau resusitasi jantung dan paru-paru.

Di saat yang sama, China diminta untuk mendatangkan tim medis dari Beijing sesegera mungkin.

"Di China, sebuah tim yang terdiri hampir 50 orang juga alat-alat dan lainnya dipimpin oleh seorang dokter dari Pusat Penyakit Kardiovaskular Nasional China dari Klinik Fuai dan Klinik PLA 301 Beijing berangkat ke Pyongyang menggunakan kendaraan khusus," ungkap laporan itu.

Melihat ketidak mungkinan tim medis China datang tepat waktu, tim medis Korea Utara memutuskan untuk melakukan tindakan darurat yakni melakukan operasi cardiac stent.

Tim medis Korea Utara yang melakukan operasi itu dikabarkan sudah pernah dilatih di China dalam kurun waktu beberapa tahun.

Operasi cardiac stent itu sebenarnya bukanlah sebuah operasi yang terlalu sulit.

Prosedur memasukkan stent atau ring ke dalam pembuluh darah untuk memompa darah ke jantunng seharusnya bisa selesai hanya dalam waktu satu menit.

Namun, dokter yang mengoperasi dikabarkan gugup dan tangannya gemetar.

Ditambah, dokter tersebut belum pernah memiliki pengalaman mengoperasi orang dengan kondisi obesitas seperti Kim Jong Un.

Maka, operasi tersebut berjalan sekitar delapan menit untuk memasukkan ringnya saja.

Selepas operasi tersebut, pemimpin otoriter itu dikabarkan koma.

Ketika itu, tim medis dari China datang dan memeriksa keadaannya namun pihak medis China mengatakan,

"Saya tidak bisa berbuat apa-apa lagi."

Meski sulit dipercaya, tapi pernyataan dari dokter China yang dilaporkan oleh majalah Shuken Gendai dikatakan sebagai sebuah kebenaran.

Sosok Kim Yo Jong 

Kim yo Jong adik perempuan Kim Jong Un dipercaya bakal jadi penerus dinasti Kim
Kim yo Jong adik perempuan Kim Jong Un dipercaya bakal jadi penerus dinasti Kim (en24 News)

Selain heboh memberitakan kematian Kim Jong-Un, media tersebut juga ramai membicarakan sosok Kim Yo Jong sang adik.

Kim Yo Jong diprediksi akan menggantikan posisi sang kakak.

Adik Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong, dinilai bisa lebih kejam dari sang kakak jika dia memegang tampuk kekuasaan.

Sejak berkuasa pada 2011, Kim sudah menjadi perbincangan dunia karena bertindak tanpa ampun tak hanya kepada lawan politik, namun juga keluarganya.

Serangkaian kabar mengerikan terjadi, di antaranya adalah bagaimana dia mengeksekusi Jang Song Thaek yang notabene pamannya sendiri pada Desember 2013.

Perempuan kelahiran 26 September 1988 tersebut adalah putri bungsu dari mantan pemimpin tertinggi Kim Jong-il .

Ia merupakan anggota alternatif dari Politbiro (Biro Politik) dan wakil direktur Propaganda dan Agitasi Departemen dari Partai Buruh Korea (WPK).

Terkenal sebagai pemimpin yang kejam, Kim Jong un dikatakan memiliki hubungan yang baik dengan sang adik.

Keduanya pernah hidup bersama di Swiss dari tahun 1996 hingga 2000.

Pada Oktober 2014, saat Kim Jong Un sakit,  Kim Yo Jong juga sempat diberitakan mengambil alih tugas negara sementata untuk saudara lelakinya.

Ia secara teratur menemani Kim Jong-un dalam perjalanan "bimbingan lapangan.

Citra Kim Yo Jong disebut-sebut sebagai kekuatan pendorong di belakang pengembangan kultus kepribadian kakaknya, meniru model kakek mereka, Kim Il-sung .

Menurut Kim Yong-hyun, seorang profesor studi Korea Utara di Universitas Dongguk di Seoul, dan yang lainnya, promosi adik Kim Jong-Un dan lainnya adalah tanda bahwa

"rezim Kim Jong-un telah mengakhiri koeksistensi denganKorea Utara." sisa-sisa rezim Kim Jong-il sebelumnya dengan melakukan penggantian generasi dalam jabatan elit kunci partai " (*)

Sebagian artikel ini  tayang di Kompas.com dengan judul Media Jepang Sebut Kim Jong Un Koma dan juga telah tayang di TRIBUNBATAM.id dengan judul Dokter Gemetaran saat Operasi, Kim Jong Un Dikabarkan Meninggal, Calon Pengganti Lebih Kejam

Penulis: tidakada007
Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved