Berita Belitung Timur

Pemkab Belitung Timur Refocusing Anggaran Sudah Mencapai 50 Persen Sesuai Permenkeu

Belanja yang difokuskan pada gugus covid, dalam rangka refocusing untuk menekan covid, seluruh OPD sedang membahas untuk belanjanya.

Editor: Hendra
Posbelitung/Suharli
Sekda Kabupaten Belitung Timur, Ikhwan Fahrozi 

POSBELITUNG.CO, BELITUNGTIMUR - Pemkab Belitung Timur saat ini sedang melakukan refocusing tahap kedua sebesar 50 persen dari semua anggaran yang ada.

Sekda Kabupaten Belitung Timur, Ikhwan Fahrozi menyampaikan apabila tidak memenuhi 50 persen maka trasfer Dana Alokasi Umum (DAU) akan ditunda.

"Kami sudah bergerak 50 persen sudah terpenuhi, dari semua anggaran yang ada sebagaimana yang diperintahkan Permenkeu 35 tahun 2020. Bahwa kita harus menggeser refocusing tahap kedua ini sebesar 50 persen," ujar Ikhwan kepada pos belitung, Senin (27/4/2020).

Menurut Ikhwan sampai minggu kemarin, se Babel yang sudah masuk kekemenkeu baru Beltim.

"Berarti itu sudah patuh terhadap perintah pusat. Sekarang persoalannya sudah kami geser, tinggal menetapkan rencana belanja. pada hari ini sedang kami bahas," ujar Ikhwan.

Dia menjelaskan belanja yang difokuskan pada gugus covid. Dalam rangka refocusing untuk menekan covid, seluruh OPD sedang membahas untuk belanjanya.

"Kalau dikatakan terlambat, ya semua proses belanja yang menggunakan uang negara tidak seperti belanja di pasar langsung. Harus ada rekanan, kita diawasi pusat mulai dari KPK didampingi kejaksanaan dan LKPP, BPKP juga mendampingi, artinya belanja uang negara tidak semudah belanja pakai urang pribadi," ujarnya.

Terkait Pergeseran anggaran pertama, sekda mengaku masih membahas untuk belanja.

"Mungkin ada pernyataan dari masyarakat kenapa terlambat seperti Bansos. Bansos pun kami menyesuaikan dengan perintah pusat," ujarnya.

Dia mengatakan sekarang ini transfer pusat belum sampai, pemkab Beltim juga sedang menyiapkan Data untuk penerima bansos.

"Karena tidak mungkin mereka menerimanya duplikasi atau ganda. Ini menjadi pertimbangan kami.
OPD teknis sudah melakukan pendataan dengan desa untuk menetapkan siapa saja yang berhak masuk skenario penerima bansos," ujarnya.

"Karena nanti ada menerima PKH, pra kerja, dana desa dan ini tidak boleh tumpang tindih," imbuhnya.

Dia menegaskan saat ini semuanya berproses. Menurutnya ini bisa menjawab kalau selama ini ada mungkin seakan-akan keterlambatan.

"Saya kira semua kabupaten di Indonesia sedang berproses. setelah ketok palu kami harus belanja. Makanya hari ini tim sedang dibahas, diarahkan menuntaskan masalah covid-19. (posbelitung.co,suharli)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved