3 Tenaga Medis RSUD Bung Karno Solo ini Diusir dari Kos, Diduga Stigma Perawat Pasien Covid-19
Ya, sejumlah perawat itu harus menelan pil pahit karena terusirnya dari tempat yang selama ini nyaman untuk ditempatinya.
Kronologi 3 Tenaga Medis RSUD Bung Karno Solo Diusir dari Kos, Diduga Stigma Perawat Pasien Covid-19
POSBELITUNG.CO -- Terusirnya 3 tenaga medis atau perawat yang bertugas di RSUD Bung Karno Solo dari indekosnya di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo menyisakan kesedihan mendalam.
Ya, sejumlah perawat itu harus menelan pil pahit karena terusirnya dari tempat yang selama ini nyaman untuk ditempatinya.
Namun karena pandemi Corona, mereka harus menerima stigma menangani Covid-19.
Sebenarnya, bagaimana kronologisnya?
Dirut RSUD Bung Karno Solo, dr Wahyu Indianto menyampaikan pengusiran 'anak buahnya' dari tempat kos tersebut terjadi sekira Jumat (24/4/2020).
• Infinix Note 7 Akhirnya Bakal Meluncur ke Pasar Indonesia 30 April 2020
Tepatnya di kawasan Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.
Ia juga belum mengetahui secara detail kronologi dan alasan pengusiran terhadap 3 perawat tersebut.
"Tidak tahu, itu disuruh pergi begitu saja, sebabnya apa saya juga tidak tahu," kaya Wahyu, Senin (27/4/2020).
Setelah mendapat pengusiran, ketiga perawat langsung dijemput pihak RSUD Bung Karno menggunakan mobil ambulans.
Mereka pun tampak membawa sejumlah koper dan dimasukkan ke dalam mobil ambulans.
Ketiganya langsung dibawa ke RSUD Bung Karno dan diperbolehkan tinggal di sana sementara waktu.
"Sekarang di rumah sakit di sana, masih ada ruang yang saya pakai untuk nampung mereka," ujar Wahyu.
• Waktu Salat Isya di Belitung, Beltim, Sungailiat, Pangkalpinang Serta Lokasi Masjid, 28 April 2020
"Untuk pegawai RSUD Bung Karno kita sediakan di lantai lima," imbuhnya membeberkan.
Wahyu mengatakan dirinya telah membicarakan dengan manajemen terkait penggunaan lantai lima sebagai tempat tinggal sementara.
"Kemarin saya berbicara dengan manajemen lebih baik di sana, kalau sewaktu-waktu ada emergency kan bisa membantu," katanya.
Adapun, lantai lima sampai saat ini masih kosong dan bisa menampung puluhan orang.
"Selama ini kosong, bisa kurang lebih 40 orang, ini hanya untuk pegawai yang disuruh pindah dari kos saja," tutur Wahyu.
Wahyu sangat menyayangkan pengusiran yang dialami para tenaga medis selama pandemi Corona.
"Sebetulnya ketakutan yang tidak masuk akal, di RSUD Bung Karno melayani dengan safety yang bagus, APD lengkap, keluar masuk ruang isolasi harus mandi lagi," ucap Wahyu.
"Mereka kan sudah berjuang menangani Covid-19, butuh dukungan bukan stigma," tandasnya.
• Raffi Ahmad Tiba-tiba Minta Maaf ke Nagita Slavina, Ngaku Diingatkan Mendiang Ayah Lewat Mimpi
Apalagi selama ini RSUD Bung Karno hanya merawat ODP dan PDP.
"Belum tangani pasien positif Corona," jelasnya menekankan.
Sebelumnya sebanyak 3 tenaga medis atau perawatRSUD Bung Karno Solo diusir di sebuah indekos di daerah Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.
Kisah pengusiran ketiga perawat tersebut diunggah di akun Instagram resmi RSUD Bung Karno dengan judul 'RSUD Bung Karno Kota Surakarta, Ini Bukan Penjemputan Pasien Covid-19, Penjemputan Menggunakan Ambulance VIP'.
Video tersebut berdurasi 2 menit 4 detik.
Dalam video tersebut diceritakan mereka tenaga medis dan pahlawan yang baru didepak dari indekos tempat tinggalnya.
Selama ini mereka tidak bermasalah saat menghuni indekos tersebut.
Tetapi setelah ada Corona mereka justru tidak diterima oleh pemilik dan penghuni indekos tersebut.
(*/ Adi Surya Samodra)
Artikel ini telah tayang di TRIBUNSOLO.COM dengan judul Kronologi 3 Tenaga Medis RSUD Bung Karno Solo Diusir dari Kos, Diduga Stigma Perawat Pasien Covid-19
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/sebanyak-3-tenaga-medis-atau-perawat-rsud-bung-karno-solo.jpg)