Hasil Survei KPAI: Siswa yang Senang Belajar dari Rumah Hanya 23,3 Persen, Begini Jelasnya

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkap sistem belajar di rumah tidak disukai siswa.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Siswa belajar dari rumah didampingi orangtua, Selasa (31/3/2020). 

POSBELITUNG.CO -- Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI ) melalui survei yang dilakukan, sistem belajar di rumah ternyata tidak disukai siswa.

Berbagai kendala dialami siswa mulai dari metode pembelajaran hingga ketersediaan kuota internet.

Hal itu diungkap berdasarkan Survei Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ ) dan Sistem Penilaian Jarak Jauh Berbasis Pengaduan KPAI.

Seperti diketahui, sistem pembelajaran di rumah diberlakukan untuk mencegah penyebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19) yang dialami banyak negara di dunia termasuk Indonesia.

"Dari 1700 responden, saat ditanya setelah 4 minggu menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh apakah senang belajar dari rumah? Ternyata siswa menyatakan tidak senang belajar dari rumah sebanyak 76,7 persen dan hanya 23,3 persen menyatakan senang," ujar Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, pada saat memaparkan hasil survei, Senin (27/4/2020).

Di Tengah Corona, Survei KPAI: Mayoritas Siswa Keluhkan Bayar SPP & Minta Kuota Internet Digratiskan

Setidaknya terdapat tiga alasan mengapa mayoritas siswa tidak senang belajar dari rumah.

Pertama, metode pembelajaran guru.

Dia menjelaskan, selama PJJ berlangsung, interaksi guru dan siswa sangat sedikit.

Hal ini terlihat dari hasil survei, di mana sebanyak 79,9 persen responden menyatakan tidak ada interkasi sama sekali.

Sedangkan, 20,1 persen responden menyatakan ada interaksi.

Berdasarkan hasil survei itu, interaksi hanya terjadi pada saat guru memberikan dan menagih tugas itu.

Selebihnya tidak ada interaksi belajar seperti tanya jawab langsung atau aktivitas guru menjelaskan materi.

Waspada, Inilah 6 Gejala Baru Virus Corona, dari Nyeri Otot hingga Sakit Kepala

"Bentuk interaksinya melalui chatting 87,2 persen, 20,2 persen menggunakan aplikasi zoom meeting, 7,6 persen menggunakan aplikasi video call WhatsApp, dan 5,2 persen responden menggunakan telepon untuk langsung bicara dengan gurunya," kata dia.

Alasan kedua, menumpuknya tugas. Dia memaparkan sebanyak 77,8 persen, siswa mengeluhkan kesulitan ketika belajar di rumah karena tugas menumpuk.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved