18 Investasi Bodong Dihentikan Satgas Waspada Investasi, Termasuk 81 Fintech Ilegal

Modus penawaran investasi 18 perusahaan ini sangat merugikan karena memanfaatkan ketidakpahaman masyarakat, untuk menipu dengan cara iming imbalan

Ilustrasi investasi bodong fintech ilegal yang dihentikan satgas waspada investasi hingga April 2020 

POSBELITUNG.CO - Satgas Waspada Investasi menemukan 18 investasi tidak berizin selama masa pandemi Covid 19.

Jumlah investasi bodong yang ditemukan Satgas Waspada Investasi lebih besar, dari temuan pada bulan Maret 2020 sebanyak 15 entitas investasi tanpa izin.

Nama baru ini menambah daftar panjang entitas yang menawarkan investasi tanpa izin (ilegal).

Modus penawaran investasi 18 perusahaan ini sangat merugikan karena memanfaatkan ketidakpahaman masyarakat, untuk menipu dengan cara iming-iming pemberian imbal hasil yang sangat tinggi dan tidak wajar.

Selain itu banyak juga kegiatan yang menduplikasi laman entitas yang memiliki izin sehingga seolah-olah laman tersebut resmi milik entitas yang memiliki izin.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing dalam rilis Rabu (29/4/2020) memaparkan, dari 18 investasi bodong ini terdiri dari 12 penawaran investasi uang tanpa izin, dua multi level marketing tanpa izin, satu perdagangan forex tanpa izin, satu cryptocurrency atau crypto asset tanpa izin,satu kegiatan undian berhadiah tanpa izin dan satu investasi emas tanpa izin.

Fintech ilegal

Satgas Waspada Investasi kembali merilis daftar fintech lending tidak berizin (ilegal) serta penawaran investasi ilegal. Pada masa pandemi Covid 19,

Satgas menemukan 81 fintech peer to peer lending ilegal selama April 2020. 

Sehingga total yang telah ditangani Satgas Waspada Investasi sejak tahun 2018 sampai dengan April 2020 sebanyak 2.486 fintech bodong.

Halaman
123
Editor: rusmiadi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved