Begini Penjelasan Buya Yahya soal Pakai Masker Sujud Tak Menempel di Sajadah, Sah atau Tidak Salat

Sejak virus Covid-19 mewabah di Indonesia, beredar imbauan untuk beribadah di rumah.

Surya/Ahmad Zaimul Haq
Jemaah menunaikan Salat Jumat dengan shaf berjarak 1 meter di Masjid Nasional Al Akbar, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (27/3/2020) 

POSBELITUNG.CO -- Sejak virus corona atau Covid-19 mewabah di Indonesia, beredar imbauan untuk beribadah di rumah.

Kalau pun harus ke masjid untuk salat berjemaah, diimbau menggunakan masker saat salat berjamaah.

Namun setelah imbauan tersebut dilakukan, muncul pertanyaan dari sejumlah masyarakat terkait hukum salat dengan menggunakan masker.

Apakah salat yang dilakukan itu sah?

Melansir tayangan YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah (29/4/2020), Buya Yahya memberikan penjerlasan terkait hukum salat pakai masker.

Buya Yahya menekankan, bahwa dalam salat lebih ditekankan cukup menempelkan kening ke sajadah ketika sujud.

Darah Pasien Corona Banyak Dicari di Pasar Online, Begini Kata Pakar Jelaskan Kegunaannya

"Di dalam urusan sujud dengan menempelkan jidat, itu yang berat hanya mazhab Imam Syafi'i," kata Buya.

"Dalam mazhab Imam Syafi'i, jidat harus nempel," lanjutnya.

Buya Yahya mengatakan, bahwa sebagian besar imam besar mengatakan hidung tidak harus ditempelkan ketika sujud.

"Kebanyakan mengatakan, hidung tidak harus ditempelkan," ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: tidakada008
Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved