Breaking News:

Penjelasan Dokter soal Tidur Setelah Sahur Tidak Dianjurkan, Terutama Bagi Penderita Maag

Dokter menyarankan agar penderita asam lambung memperhatikan posisi tidurnya setelah menyantap sahur.

Foto/Nu.or.id
Ilustrasi 

Munculnya rasa kantuk setelah santap sahur memang wajar terjad, terlebih jika tidak cukup tidur di malam hari.

Kendati demikian, penderita Gerd bukan berarti tidak bisa tidur setelah menyantap sahur.

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Ramadan, Kamis 30 April 2020 di Bangka Belitung, Lengkap dengan Doa

Penderita gerd masih bisa tidur selepas sahur asalkan memperhatikan posisi tidur.

Jangan tidur dalam keadaan telentang, melainkan usahakan tubuh tetap dalam posisi tegak.

"Kalau pun mengantuk, tidur setengah duduk di kursi goyang atau kursi tapi posisinya tegak," kata Kaka.

Secara umum, posisi tidur penderita Gerd di malam hari juga perlu diperhatikan.

Kaka menyarankan menumpuk bantal agak tinggi untuk menghindari asam lambung yang naik ke kerongkongan.

Ini dilakukan agar tidak timbul keluhan dada terasa panas di malam hari yang pada akhirnya membuat terbangun.

Selain itu, jika penderita Gerd senang tidur menyamping, usahakan untuk tidur menyamping ke sisi kanan.

"Karena dengan miring ke kanan tidak akan reflux ke atas (kerongkongan). Ini ada di banyak jurnal," ungkap Kaka.

Mahfud MD Jelaskan Soal Salat Tarawih hingga Sebut Pemerintah Dinamis dalam Menangani Covid-19

Halaman
123
Penulis: tidakada007
Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved