Breaking News:

Ramadan 2020

Cerita Sara Fergie, Jalani Puasa Selama 19 Jam di Jerman, Melelahkan dan Banyak Godaan

Jadwal imsak sekitar pukul 04.00 waktu setempat dan waktu berbuka sekitar pukul 21.00 waktu setempat

(IST/Dok pribadi)
Sara Fergie saat jalan-jalan di Jerman beberapa waktu lalu. 

Apalagi suasana Ramadan yang terasa begitu berbeda, seperti jauh dari keluarga hingga tak ada pedagang takjil.

Makanya bulan puasa di Jerman layaknya hari-hari biasa.

"Momen seperti ini biasanya berkumpul dengan keluarga, tapi tahun ini nggak bisa. Tapi support dari keluarga menguatkan aku untuk menjalani Ramadan sendiri, ditambah dengan niat dan semuanya karena Allah, Insya Allah semuanya jadi lancar," cerita Sara.

Meski begitu, kata dia, sebenarnya masyarakat Jerman tak begitu asing dan sebagian sudah memahami Ramadan.

Karena di sana juga banyak pendatang dari negara-negara Muslim seperti Iran, Mesir, dan Turki.

"Yang kawan aku dari Rumania kan Rusia nyebut, banyak kawannya yang dari Mesir sekarang puasa. Paling mereka cuma menyemangati dan minta maaf kalau aku harus ngeliat mereka makan," sambungnya.

Wanita lulusan SMA Negeri 2 Tanjungpandan ini juga mengatakan, mencari makanan halal pun tak sulit.

Di dekat kediamannya terdapat dua pasar halal yang ramai setiap harinya.

Bahkan toko-toko lain juga sudah mulai buka karena tak lama lagi pembatasan sosial akibat Covid-19 di Jerman akan berakhir.

Di saat senggang, biasanya dia jalan-jalan ke taman atau danau.

Namun karena saat ini sedang musim penghujan, kegiatan menjelang berbuka atau ngabuburitnya sekadar di rumah saja.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: Hendra
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved