Ramadan 2020

Mimpi Basah Membatalkan Puasa atau Tidak? Simak Penjelasan dari Sekjen MUI Belitung Timur

Ada beberapa hal yang bisa membatalkan puasa. Khusus bagi kaum pria, apakah mengeluarkan air mani atau mimpi basah ketika jam berpuasa

Daily Sabah
Ilustrasi tidur 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Bulan Ramadan sudah menginjak hari ke-11. Masih ada 19 hari lagi bagi umat muslim untuk menjalankan ibadah suci puasa.

Selain puasa, banyak amalan-amalan yang harusnya dijadikan ladang pahala oleh setiap umat di bulan Ramadan, contohnya salat sunah setelah salat wajib, mengaji, bersedekah, dan lainnya.

Ada beberapa hal yang bisa membatalkan puasa. Khusus bagi kaum pria, apakah mengeluarkan air mani atau mimpi basah ketika jam berpuasa bisa membatalkan puasa?

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Belitung Timur Try Mario Sandi mengatakan keluar air mani saat berpuasa ada dua faktor, yakni disengaja dan tidak disengaja.

Jika disengaja mengeluarkan air mani saat berpuasa jelas bisa membatalkan puasa.

"Namun, jika tidak disengaja tidak membatalkan puasa. Misal saat mimpi basah karena kondisi kita sedang tertidur. Sebuah hadis riwayat Ahmad dari ‘Aisyah menyebutkan, 'ada tiga golongan yang dibebaskan dari ketentuan hukum, yaitu orang yang sedang tidur sebelum bangun, anak-anak sampai ia ihtilam (bermimpi basah tanda dewasa), dan orang gila sampai ia sembuh' (H.R. Nasa’i, Abu Dawud, dan Tirmizi)," kata Mario saat dihubungi posbelitung.co, Senin (4/5/2020).

Ia melanjutkan, Abu Dawud Sulaiman bin Al-Asy'ats As-Sijistani dalam Kitab Puasa Sunan Abu Dawud (2007 48) menuliskan bahwa mimpi basah tidak membatalkan puasa.

Hal tersebut dilandasi dari hadis riwayat Muhammad bin Katsir, bahwa Sufyan mengabarkan dari Zaid bin Aslam, dari salah seorang sahabatnya, dari salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW, bahwa Rasulullah SAW. bersabda,  "Tidaklah batal puasa orang yang muntah, mimpi basah, dan orang yang berbekam'. (H.R. Abu Dawud).

"Berdasarkan hadis-hadis tersebut, mimpi basah yang terjadi saat kita tidur tidak membatalkan puasa dan bisa melanjutkan puasanya hingga waktu berbuka," kata Mario.

Selain itu, dalam berpuasa, suci dari hadas besar tidak termasuk dalam syarat sah puasa.

Karena itu, bagi suami istri yang sempat berhubungan saat malam dan belum sempat mandi besar sampai masuk waktu puasa bisa terus menjalankan puasanya.

"Namun sebaiknya segera bersuci dengan mandi junub karena akan memasuki waktu salat wajib," tambah Mario. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: Hendra
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved