Breaking News:

Pandemi Virus Corona di Bangka Belitung

Nasib Nelayan Perahu Wisata Tanjung Kelayang, Kehilangan Mata Pencaharian Akibat Wabah Covid-19

Kini nasib para pelaku pariwisata kian terpuruk setelah hotel berbintang mulai berhenti operasional hingga penutupan destinasi wisata.

IST/dok pribadi Lubis
Aktifitas perahu pariwisata Tanjung Kelayang melayani wisatawan sebelum wabah virus Covid-19 melanda Belitung. Foto diambil beberapa waktu lalu. 

POSBELITUNG.CO - Pasca merebaknya virus Covid-19 di Kabupaten Belitung, sektor pariwisata tumbang. Padahal masyarakat lokal baru saja menyimpan harapan besar pasca transformasi dari tambang menuju pariwisata.

Kini nasib para pelaku pariwisata kian terpuruk setelah hotel berbintang mulai berhenti operasional hingga penutupan destinasi wisata.

Lubis, selaku penasehat dari Komunitas Perahu Wisata Tanjung Kelayang turut merasakan dampak kehilangan mata pencaharian akibat virus Covid-19.

"Kami sebagai nelayan perahu wisata ini memang lebih dulu merasakan dampak ini. Karena semenjak menekuni usaha perahu pariwisata ini, pekerjaan lain seperti mancing, mukat itu kami tinggalkan," ujar Lubis kepada Posbelitung.co, Senin (4/5/2020).

Ia menuturkan semenjak tingginya harga tiket pesawat yang berdampak pada menurunnya angka kunjungan sudah menggoyang nasib para pembawa perahu wisata.

Namun, masuknya virus Covid-19 sekitar Maret lalu, benar-benar meluluhlantakan mata pencaharian mereka.

Pada kondisi normal, biasanya pemilik perahu yang stay di bibir pantai Tanjung Kelayang, Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung itu mampu meraup penghasilan bersih minimal Rp 500 ribu perminggu.

Kini, perahu-perahu itu hanya sandar terikat di bibir pantai.

"Sekarang ini boleh dikatakan kami tidak ada aktifitas sehingga pemasukan tidak ada. Kalau pun ada wisatawan yang ingin naik perahu, kami tidak berani karena mengikuti anjuran pemerintah," ungkapnya.

Lubis mengatakan sementara ini untuk melanjutkan hidup dirinya bergantung pada pendapatan toko kelontong milik istrinya sembari mencari sampingan lain.

Sedangkan rekannya sesama pembawa perahu banyak beralih menjadi petani dan sesekali berangkat melaut.

"Ya karena kami sudah fokus tadi, susah lagi mau balik menjadi nelayan mancing. Apalagi perahu kami sudah didesain menjadi perahu wisata bukan lagi perahu untuk memancing," ungkapnya.

Saat ini dirinya berharap kepada pemerintah bisa memberikan bantuan bersifat instan kepada masyarakat terutama nelayan Desa Keciput.

Sebab, pelaku rumah makan dan restoran seafood yang berjejer di sana dominan sudah tidak beroperasi sehingga tidak bisa lagi menampung hasil tangkapan nelayan setempat.

"Jadi sebenarnya bukan hanya kami tapi nelayan setempat juga nelayan ikut terdampak juga," katanya. (posbelitung.co/dede s)

Penulis: Dede Suhendar
Editor: Dedi Qurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved