Breaking News:

Kisah Guru Rela Mengajar ke Rumah Siswa, Orang Tua tak Punya Smartphone dan TVRI tak Terjangkau

Dua pola belajar online bagi yang sanggup dan offline bagi yang tidak sanggup. Yang offline didatangi rumah mereka satu persatu

(HO/Nanang Nuryanto )
Nanang Nuryanto saat mendampingi siswanya belajar di rumah Desan Santan Ulu, Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kaltim, Selasa (5/5/2020). ) 

POSBELITUNG.CO - Pemerintah meliburkan sekolah dan mewajibkan siswa belajar online maupun dari program TVRI di rumah, disaat masa pandemi virus corona atau covid-19 sedang terjadi saat ini.

Tapi tak semua orang tua anak memiliki smartphone android untuk belajar online, selain itu tidak semua tempat tinggal anak bisa mengakases jaringan internet. 

Belahar dari program siaran TVRI, masih ada daerah terpencil yang belum 24 jam menikmati aliran listrik, hingga keterbatasan ekonomi tidak memiliki televisi.

Namun tidak mengurangi semangat untuk mendidik, hingga rela datang ke rumah siswa.

Inilah yang dilakukan Nanang Nuryanto adalah guru kelas V SDN 021 Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.

Setiap hari dia mendatangi satu atau dua siswanya yang ada di Desa Santan Ulu, Kecamatan Marang Kayu, untuk mendampingi pembelajaran tatap muka.

Para siswa ini tak bisa mengikuti pembelajaran online karena tidak ada ponsel Android dan uang buat beli paket data internet.

"Rata-rata mereka anak petani sayur pakis,” ungkap Nanang saat dihubungi Kompas.com, Selasa (5/5/2020).

Dari 22 siswa kelas V yang dia bina, hanya 12 orangtua siswa yang menyanggupi belajar online.

Sementara 10 orangtua siswa lainnya kesulitan dengan cara belajar online karena terkendala ponsel Android dan paket data internet.

Halaman
1234
Editor: Rusmiadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved