Breaking News:

Pemprov Sumut Kurang Dana, Tim Medis Khusus Covid-19 Diberhentikan Mendadak hingga Diusir dari Hotel

Langkah tersebut dilakukan karena pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kekurangan dana.

EPA-EFE/STR
Foto Ilustrasi -- Tampak tim medis memeriksa seorang pasien yang terinfeksi virus corona di Rumah Sakit Jinyintan Wuhan pada 26 Januari 2020 lalu 

POSBELITUNG.CO -- Kabar mengejutkan datang dari para tim medis yang menangani Covid-19 di Medan, Sumatera utara ( Sumut ).

Adapun kabar mengejutkan tersebut yakni seerti dilansir dari Tribun Medan ( tribunnewsnetwork ), seluruh tenaga kesehatan yang menangani pasien virus corona di Rumah sakit rujukan covid-19 yakni Rumah Sakit GL Tobing mendadak diberhentikan sepihak. 

Bahkan, para tenaga kesehatan itu juga diminta meninggalkan hotel tempat mereka menginap di Hotel Wings Jalan Arteri Kualanamu Medan, Sabtu (2/5/2020).

Langkah tersebut dilakukan karena pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kekurangan dana. 

"Sebelum diarahkan untuk meninggalkan penginapan oleh Koordinator kami, kami sebelumnya disuruh satu kamar menjadi dua orang, tapi kami menolak.
Sampai pada pukul 12.00 WIB tadi kami diberhentikan bertugas dan diminta untuk meninggalkan penginapan tanpa penjelasan dan surat perintah," ungkap Teddy Soaloon Purba, perawat relawan covid-19 di RS GL Tobing kepada Tribun Medan, Sabtu (2/5/2020).

Aksi Oknum Pejabat Desa Nyelinap ke Kamar Janda Sumenep, Korban Disetubuhi 10 Kali & Diancam Dibunuh

Teddy mengatakan, bahwa yang diberhentikan bertugas adalah seluruh tenaga medis mulai dari dokter umum, dokter spesialis, hingga petugas laboratorium dan radiologi.

"Semua tenaga kesehatan diberhentikan hari ini, pihak penginapan mengatakan paling lama meninggalkan penginapan pada pukul 17.00 Wib. Tapi ini sekitar 80 persen tenaga medis sudah keluar, selebihnya masih packing barang," ungkapnya.

Teddy juga mengatakan bahwa upah paratenaga medis juga masih dalam proses untuk dicairkan selama bertugas sekitar satu bulan.

"Untuk upah memang masih dalam proses pencairan, belum diterima paratenaga medis, infonya masih diproses," katanya.

Teddy mengaku dirinya beserta tenaga kesehatan yang lain merasa sedih karena pemberhentian dilakukan secara sepihak.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved