Breaking News:

Berita Belitung

Kapten KM Tindo Pasya II: Niat Menolong Rombongan Jamaah di Tengah Laut Kehabisan Ongkos

Karena posisi di tengah laut, Agus tidak bertanya detail terkait identitas orang yang ingin menumpang kapalnya tersebut.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Hendra
(IST/dok Sat Polair Polres Belitung)
Anggota Sat Polair Polres Belitung mengiringi KM Tindo Pasya II berangkat menuju Sadai, Kamis (7/5/2020). 

POSBELITUNG.CO, BANGKA -- Kapten KM Tindo Pasya II Agus Amirudin tidak menyangka niatnya menolong tujuh orang menyeberangi lautan justru melanggar aturan.

Selaku kapten kapal, Agus mengambil keputusan memberikan tumpangan kepada tujuh orang jamaah tabliq dari laut Ketapang, Kalimantan Barat yang ingin menuju Tanjungpandan, Belitung, Rabu (6/5/2020) kemarin.

Akhirnya Agus harus menjalani protokol pemeriksaan setibanya di pelabuhan Tanjungpandan dan bertanggungjawab mengantarkan penumpangnya ke daerah Sadai, Bangka Selatan.

"Aku ketemunya di tengah laut Kalimantan, jauh dari daratan. Waktu itu ada kapal mendekat, minta tolong katanya mau numpang ke Tanjung," ujarnya saat dihubungi posbelitung.co, Kamis (7/5/2020).

Karena posisi di tengah laut, Agus tidak bertanya detail terkait identitas orang yang ingin menumpang kapalnya tersebut.

Bahkan dirinya tidak menyangka jika penumpang berjumlah tujuh orang dan jamaah tabliq.

"Jadi setelah di perahu saya tahu mereka ini jamaah dan banyak orang. Memang kata mereka sudah kehabisan dana jadi tidak bisa lagi bertahan di sana," ungkapnya.

Agus merasa tidak enak, jika tiba-tiba dirinya menolak permintaan rombongan yang telah kehabisan uang untuk pulang.

Akhirnya dengan alasan kemanusiaan dan tanpa mematok tarif, Agus memutuskan memberikan tumpangan hingga ke Tanjungpandan.

"Tidak ada kesepakatan, terserah lah, jadi aku cuman nolong saja, kebetulan aku mau balik ke sini. Tapi ujung-ujungnya niat mau nolong jadi kayak gini," katanya.

Ia mengakui selama bekerja sebagai nelayan jaring, baru pertama kali dirinya memberikan tumpangan kepada orang lain.

Sebab, selama ini ia jarang sandar di pelabuhan Ketapang, hanya berada di perairan laut sekitar tujuh sampai 10 mil untuk mencari ikan.

(posbelitung.co/dede s)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved