HORIZZON

Nasi Kotak Itu Isinya Tercecer Berserakan

MATA bocah berusia belasan tahun itu tampak berkaca-kaca. Tatapannya kosong, sementara kedua tangannya tampak memegangi erat sebuah dos yang terkoyak

Nasi Kotak Itu Isinya Tercecer Berserakan
pos belitung
Ibnu Taufik Jr / Pimred Bangka Pos Grup

MATA bocah berusia belasan tahun itu tampak berkaca-kaca. Tatapannya kosong, sementara kedua tangannya tampak memegangi erat sebuah dos yang robek dan terkoyak.

Dos yang seharusnya berisi nasi untuk berbuka puasa itu tak utuh lagi. Daging ayam, nasi dan air mineral tampak berceceran tak jauh dari bocah ini berdiri.

Pelan namun pasti, air matanya meleleh, namun tak ada suara tangis keluar dari mulut bocah ini. Ia hanya terdiam, bibirnya tampak kelu dan sesekali matanya memandangi paha ayam dan nasi yang tumpah dari koyakan dos nasi kotak yang masih ia pegangi erat.

Tak jauh dari bocah ini berdiri, seorang laki-laki bercelana pendek, menenteng dua dos yang warnanya serupa dengan koyakan dos yang dipegang sang bocah. Tak bisa digambarkan bagaimana ekspresi laki-laki ini lantaran separuh mukanya tertutup dengan masker kain warna gelap.

Laki-laki tersebut berjalan pelan menuju sepeda motor yang terparkir di sudut Alun-alun Taman Merdeka, tak jauh dari kerumunan warga yang seperti mendadak tersebut.

Selain bocah kecil yang pipinya mulai basah dengan air mata dan laki-laki yang nyelonong pergi dari kerumunan, sejumlah orang yang rata-rata adalah wanita tampak sibuk. Beberapa di antara mereka menenteng nasi kotak.

Ada yang pegang satu dos, ada satu-dua orang yang mendekap erat dua dos. Sementara banyak di antara mereka yang justru tampak bingung menoleh ke kiri dan kanan dengan tangan kosong, tak memegang apapun.

Berbeda arah dengan laki-laki yang membawa dua dos tadi, sebuah minibus bertuliskan sebuah yayasan amal perlahan meninggalkan kerumunan.

Beberapa saat sebelumnya, minubus ini tampak berhenti di sudut Alun-alun Taman Merdeka. Seperti sudah janjian, sekitar pukul 16.30, sejumlah orang juga tampak sudah berkerumun di sudut Alun-alun yang menjadi icon Pangkanglpinang ini.

Begitu berhenti, mobil minibus warna silver ini langsung dikerumuni orang-orang yang tampaknya sudah tahu bahwa mobil tersebut bakal datang. Mereka merangsek mendekat.

Saat itulah seorang pria mengenakan batik cerah turun dari mobil. Pria yang juga tak jelas ekpresinya lantaran mengenakan masker ini seperti mengomando, meminta warga berbaris dengan tertib.

Seperti terhipnotis, puluhan orang yang berkerumun itupun langsung berbaris, meski tak rapi. Tiga empat barisan paling depan tampak tertib, namun di belakangnya, barisnya sudah beranak pinak.

Sejurus kemudian, pria ini membuka kap belakang mobil dan mengeluarkan tiga kantung plastik merah yang masing-masing berisi 10 nasi kotak untuk dibagi cuma-cuma.

Bisa ditebak, jumlah nasi kotak yang keluar dari mobil tersebut tak sebanding dengan jumlah warga yang berkerumun di alun-alun. Dalam sekejap yang terjadi adalah keributan kecil. Tiga plastik kresek merah berisi nasi kotak itu jadi rebutan.

Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved