Breaking News:

Militer Jerman Mendadak Minta Maaf Setelah 'Hapus' Israel dari Peta, Begini Jelasnya

Mereka merespons, "Halo Tuan Köhler, itu memang sebuah kesalahan. Kami akan menyelidikinya, terima kasih."

AFP/ADRIAN DENNIS
Ilustrasi: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberi isyarat kepada negara-negara di peta sambil memberikan ceramah tentang prioritas kebijakan luar negeri Israel ketika Direktur Chatham House Robin Niblett melihat di Chatham House, The Royal Institute of International Affairs, di London 3 November 2017 

'Hapus' Israel dari Peta, Militer Jerman Minta Maaf

POSBELITUNG.CO -- Militer Jerman terpaksa meminta maaf setelah menghapus Israel dari peta yang diterbitkan sebagai bagian dari laporan militer negara itu.

Kepala Military Counterintelligence Service, yang dikenal dengan akronim Jerman MAD, telah meminta maaf karena mengklaim bahwa rancangan awal laporan tahunan pada 2019 yang menampilkan warna yang sama pada Israel dan wilayah Palestina yang diduduki dengan warna negara tetangga mereka, Yordania.

Dikutip Middle East Monitor, juru bicara MAD, Peter Weier menjelaskan, “Dalam versi pertama dari 'Laporan MAD,' kesalahan dibuat pada peta 'wilayah operasional Bundeswehr dengan partisipasi MAD.'Ketika secara grafik mengedit area operasi di Yordania, wilayah Israel juga secara tidak sengaja diwarnai dan kemudian tertutup warna."

Peniadaan Israel dari peta yang mencakup kawasan Timur Tengah itu menjadi perhatian publik MAD kemarin setelah pengguna Twitter bernama Klemens Köhler menulis, "Dalam laporan publik pertama MAD, Israel tidak ada di peta."

Prabowo Mengenang Djoko Santoso, Sebut Almarhum Tipe Prajurit Sejati yang Berintegritas Tinggi

Kementerian Pertahanan Jerman menanggapi kicauan di Twitter itu dengan mengklaim bahwa kesalahan itu berakar pada "perangkat lunak" yang mereka gunakan.

Mereka merespons, "Halo Tuan Köhler, itu memang sebuah kesalahan. Kami akan menyelidikinya, terima kasih."

Menurut kesimpulan penyelidikan yang dinyatakan pihak MAD, kesalahan itu disebabkan oleh "kurangnya ketekunan dan kontrol kualitas yang tidak memadai" dan bukan sebuah tindakan yang disengaja mau pun ada unsur politis.

Video Pria Ditodong Tank Saat Buang Sampah ini Viral, Ternyata Begini Ceritanya

Presiden MAD, Dr Christof Gramm, mengatakan dalam e-mail kepada Jerusalem Post, "Saya secara intensif bertukar pandangan tentang kesalahan ini dalam percakapan pribadi dengan karyawan yang bertanggung jawab."

“Saya sangat menyesalkan kejadian ini dan secara tegas meminta maaf. Itu seharusnya tidak terjadi pada MAD yang memerangi antisemitisme dan ekstremisme. Kami akan meningkatkan manajemen kualitas kami untuk (kegiatan) publikasi. "

(*/ Miranti Kencana Wirawan )

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "'Hapus' Israel dari Peta, Militer Jerman Minta Maaf"

Gara-gara Miliki Kuku Sangat Panjang hingga Melengkung, Wanita Malah Ini Hasilkan Uang Melimpah

Penulis: tidakada007
Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved