Breaking News:

Penyakit ABK yang Dilarung di Laut Masih Misterius, Kuasa Hukum: Mereka Mengalami Gejala yang Serupa

Penyakit yang diderita empat anak buah kapal (ABK) Indonesia yang menyebabkan meninggal hingga dilarung ke laut belum diketahui.

Channel YouTube MBCNEWS
Berita yang viral itu melibatkan yang melibatkan Anak Buah Kapal (ABK) dari Indonesia yang bekerja di Kapal China. 

POSBELITUNG.CO -- Penyakit yang diderita empat anak buah kapal (ABK) Indonesia yang menyebabkan meninggal hingga dilarung ke laut belum diketahui.

Padahal, sebelum meninggal dunia para ABK Indonesia tersebut sudah menderita sakit saat bekerja di kapal asal China.

Adapun keempat ABK malang tersebut yakni bernama Sepri, Muh Alfatah, Ari dan Effendi.

Kuasa hukum para ABK Pahrur Dalimunthe mengatakan, sebelum meninggal dunia, mereka mengalami gejala yang serupa.

Antara lain terjadi pembengkakan pada tubuh.

"(Meninggal dunia) disebabkan oleh penyakit misterius yang memiliki ciri-ciri sama, yakni badan membengkak, sakit pada bagian dada dan sesak nafas," ujar Pahrud dalam keterangan pers, Minggu (10/5/2020).

Terbaru Corona Indonesia 11 Mei 2020: Total 14.265 Kasus Positif, 2.881 Sembuh, 991 Meninggal

ABK yang meninggal dunia pertama, yakni Sepri dan Alfatah. Tepatnya pada Desember 2019.

Sepri meninggal dunia di Kapal Long Xing 629.

ABK mengaku harus bekerja selama 18 jam per hari, beberapa di antaranya harus bekerja selama dua hari berturut-turut. (BBC Korea Selatan)
ABK mengaku harus bekerja selama 18 jam per hari, beberapa di antaranya harus bekerja selama dua hari berturut-turut. (BBC Korea Selatan)

Sementara, Alfatah meninggal dunia di Kapal Long Xing 802. Sebab, sebelum meninggal, kapten kapal memindahkannya dari kapal tempat Sepri meninggal dunia.

"Sepri dan Alfatah mengalami sakit selama sekitar 45 hari sebelum meninggal dunia," lanjut Pahrur.

Halaman
123
Penulis: tidakada008
Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved