Breaking News:

Penyakit ABK yang Dilarung di Laut Masih Misterius, Kuasa Hukum: Mereka Mengalami Gejala yang Serupa

Penyakit yang diderita empat anak buah kapal (ABK) Indonesia yang menyebabkan meninggal hingga dilarung ke laut belum diketahui.

Channel YouTube MBCNEWS
Berita yang viral itu melibatkan yang melibatkan Anak Buah Kapal (ABK) dari Indonesia yang bekerja di Kapal China. 

Kapten kapal itu pun melarung jenazah mereka di tengah laut tepat di hari meninggal dunia.

Rekan ABK sesama WNI pernah meminta kapten kapal untuk bersandar di Samoa agar Sepri dan Alfatah dirawat di rumah sakit setempat. Namun, permintaan itu ditolak.

Kapten kapal justru memberikan obat-obatan dengan label bahasa China kepada mereka.

Pahrur menduga, obat yang diberikan sudah kadaluwarsa.

Ramadhan Bulan Kesempatan Bertaubat dan Pengampunan dari Allah SWT, Begini Tata Cara Taubat

Hal yang lebih ironis, rekan Sepri dan Alfatah juga sempat meminta ke kapten kapal untuk menyimpan jenazah rekannya di ruangan pendingin agar dapat dibawa pulang ke Indonesia. Tapi permintaan itu kembali ditolak.

"Para ABK Indonesia telah meminta jenazah rekan mereka disimpan di tempat pendingin dulu agar dapat dibawa pulang keIndonesia. Namun, kapten kapal menolak dan justru melarung jenazah tersebut ke tengah laut," tutur Pahrur.

ABK Indonesia yang meninggal dunia setelahnya, yakni Ari. Namun, ia meninggal dunia di Kapal Tian Yu 8.

"Ari ini mengalami sakit yang sama selama 17 hari sebelum akhirnya meninggal pada 30 Maret 2020," ujar Pahrur.

Jenazah Ari diketahui juga diperlakukan sama seperti Sepri dan Alfatah.

Terakhir, ABK Indonesia yang meninggal dunia, yakni Effendi, rekan Sepri dan Alfatah di Kapal Long Xing 629.

Halaman
123
Penulis: tidakada008
Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved